Tangsel Open Taekwondo 2026 Diikuti 1.000 Atlet, Jadi Ajang Seleksi Porprov Banten

waktu baca 3 menit
Sabtu, 5 Sep 2026 15:09 49 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD – Lebih dari 1.000 atlet dari 55 kontingen yang berasal dari lima provinsi ambil bagian dalam Tangsel Open Taekwondo Championship 2026 yang digelar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (5/9/2026).

Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, tersebut tidak hanya menjadi arena kompetisi bagi para atlet, tetapi juga dimanfaatkan sebagai bagian dari proses seleksi atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026.

Ketua Panitia Tangsel Open Taekwondo Championship 2026, Sandy Subakti, mengatakan peserta datang dari berbagai daerah, di antaranya DKI Jakarta, Banten, Sumatera, dan Jawa Barat.

“Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan hari ini seribu lebih dan diikuti 55 kontingen dari lima provinsi,” kata Sandy.

Menurut dia, tingginya partisipasi atlet menunjukkan antusiasme terhadap perkembangan olahraga taekwondo sekaligus memberikan kesempatan bagi para atlet untuk mengukur kemampuan melalui kompetisi.

“Event Tangsel Open ini sekaligus menjadi penyaringan atlet untuk menuju Porprov Banten 2026,” ujarnya.

Sandy berharap seluruh rangkaian kejuaraan berjalan aman dan lancar. Ia juga berharap ajang tersebut memberikan pengalaman bertanding yang berharga bagi para atlet, khususnya mereka yang dipersiapkan menghadapi Porprov Banten 2026.

“Semoga apa yang kita laksanakan hari ini berjalan sesuai dengan rencana dan memberikan dampak positif untuk teman-teman dan adik-adik atlet untuk Provinsi Banten,” katanya.

Kejuaraan tersebut turut dihadiri Ketua Umum Taekwondo Indonesia (TI) Kota Tangsel Bambang Noertjahjo, Ketua KONI Tangsel Icha, serta sejumlah pemangku kepentingan olahraga lainnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menilai kejuaraan taekwondo tidak semata-mata berorientasi pada perolehan medali dan gelar juara. Menurutnya, olahraga juga menjadi sarana penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Ia menyebut taekwondo mengajarkan sejumlah nilai, seperti disiplin, keberanian, kerja keras, pengendalian diri, rasa hormat, dan sportivitas.

“Kejuaraan adalah ruang pembelajaran dan pembentukan karakter. Menang tentu merupakan sebuah kebanggaan, tetapi keberanian untuk bertanding dan kemampuan untuk bangkit setelah kalah adalah kemenangan yang sesungguhnya,” kata Benyamin.

Benyamin menegaskan Pemerintah Kota Tangsel terus mendorong pengembangan olahraga melalui tiga aspek, yakni olahraga pendidikan, olahraga masyarakat, dan olahraga prestasi.

Pemkot Tangsel, lanjutnya, berupaya membuka ruang yang lebih luas bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengembangkan bakat serta potensi olahraga yang dimiliki.

“Kita ingin melahirkan atlet-atlet Tangsel yang tidak hanya mampu berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu berbicara di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Menurut Benyamin, target tersebut membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai organisasi olahraga, klub, pelatih, sekolah, perguruan tinggi, dunia usaha, orang tua, hingga masyarakat.

Ia pun mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Tangsel Open Taekwondo Championship 2026. Kejuaraan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi agenda olahraga berkualitas sekaligus menjadi wadah untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial.

Kepada para atlet, Benyamin berpesan agar mengikuti pertandingan dengan penuh semangat dan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Ia juga meminta para peserta menghormati wasit, pelatih, official, dan lawan tanding.

“Jangan takut kalah. Dari kekalahan kita belajar, dari kemenangan kita bersyukur, dan dari setiap pertandingan kita menjadi pribadi yang lebih kuat,” pungkasnya. (Idris Ibrahim)

LAINNYA