
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan sambutan saat pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Gedung Kitri Bakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (3/9/2026). Ia menjelaskan strategi pelayanan jemput bola yang turut mendorong capaian CKG hingga sekitar 1,7 juta pemeriksaan. (Foto: Ist) TANGERANG | TD – Capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Tangerang menembus sekitar 1,7 juta pemeriksaan. Angka tersebut bahkan telah melampaui target yang ditetapkan, salah satunya berkat strategi pelayanan jemput bola yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, strategi jemput bola menjadi bagian penting dalam mendorong masyarakat agar lebih mudah mengakses layanan pemeriksaan kesehatan. Pelayanan tidak hanya mengandalkan fasilitas kesehatan, tetapi juga dilakukan dengan mendatangi masyarakat di berbagai lokasi.
“Alhamdulillah berkat Kepala Dinas Kesehatan bersama dengan petugas kesehatan, baik di Puskesmas, di rumah sakit, atau di sekolah-sekolah jemput bola, semuanya sudah bergerak dan sudah berupaya untuk meningkatkan jumlah yang dicek kesehatan gratis,” kata Maesyal saat mendampingi Gubernur Banten Andra Soni meninjau pelaksanaan CKG di Gedung Kitri Bakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (3/9/2026).
Menurut Maesyal, pendekatan tersebut membuat pelaksanaan CKG dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Tenaga kesehatan bergerak ke sejumlah titik untuk memberikan pelayanan sehingga warga tidak harus selalu datang ke fasilitas kesehatan untuk mengikuti pemeriksaan.
Hasilnya, pelaksanaan CKG di Kabupaten Tangerang telah mencapai sekitar 1,7 juta pemeriksaan atau 100,7 persen dari target sebanyak 1,6 juta masyarakat. Capaian tersebut menjadi indikator tingginya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan program pemeriksaan kesehatan gratis.
Sebelumnya, capaian CKG Kabupaten Tangerang telah berada di angka sekitar 1,3 juta masyarakat pada akhir Juli 2026. Pemerintah daerah kemudian terus mendorong peningkatan cakupan pemeriksaan hingga target akhirnya terlampaui.
Maesyal menjelaskan, pelaksanaan CKG melibatkan berbagai unsur pelayanan kesehatan. Selain Puskesmas dan rumah sakit, sekolah turut menjadi salah satu lokasi pelaksanaan pemeriksaan.
Pola tersebut dinilai penting karena memungkinkan tenaga kesehatan mendatangi kelompok masyarakat yang lebih mudah dijangkau melalui lokasi aktivitas mereka sehari-hari. Dengan demikian, program pemeriksaan kesehatan tidak berhenti pada layanan di fasilitas kesehatan, tetapi diperluas melalui pelayanan langsung di lapangan.
Langkah itu sekaligus menjadi upaya pemerintah membangun kebiasaan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya. Pemeriksaan rutin diperlukan agar potensi gangguan kesehatan dapat diketahui lebih awal dan segera mendapatkan tindak lanjut.
Dalam pelaksanaan CKG, masyarakat dapat memperoleh sejumlah pemeriksaan dasar, seperti pengecekan tekanan darah, gula darah, konsultasi keluhan kesehatan hingga pemeriksaan paru-paru. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini berbagai penyakit.
Selain mengejar cakupan pemeriksaan, Pemkab Tangerang juga memperkuat pemeriksaan penyakit paru-paru, khususnya Tuberkulosis (TBC).
Maesyal menyebut terdapat tenaga kesehatan yang mendukung pelaksanaan pemeriksaan CKG secara umum serta tenaga kesehatan yang menangani pemeriksaan paru-paru. Penguatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pemerintah dalam menemukan potensi kasus TBC sejak dini.
“Sekarang sudah ada 80 orang yang terdaftar untuk pemeriksaan paru-paru. Ini berkat Pak Gubernur, kita semua sosialisasi bahwa ditemukannya misalkan ada pengidap atau penyakit TBC, itu lebih baik kita untuk segera mengobatinya,” jelasnya.
Menurut Maesyal, temuan penyakit melalui pemeriksaan kesehatan harus segera ditindaklanjuti. Semakin cepat suatu penyakit diketahui, semakin cepat pula masyarakat dapat memperoleh penanganan yang sesuai.
Gubernur Banten Andra Soni yang meninjau langsung pelaksanaan CKG di Curug turut mengapresiasi capaian Kabupaten Tangerang. Ia menilai tingginya jumlah masyarakat yang mengikuti pemeriksaan menunjukkan semakin tumbuhnya kesadaran warga untuk memeriksakan kesehatan secara rutin.
Pelaksanaan CKG di Kabupaten Tangerang sendiri dilakukan secara rutin setiap Senin dan Kamis, dengan rata-rata dua hingga tiga titik pemeriksaan setiap pekan. Pola pelayanan langsung dan jemput bola menjadi salah satu upaya untuk memperluas jangkauan program.
Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa keberhasilan program pemeriksaan kesehatan tidak hanya bergantung pada ketersediaan layanan, tetapi juga pada kemampuan pemerintah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan strategi jemput bola yang terus dijalankan, Pemkab Tangerang berupaya memastikan program CKG dapat dimanfaatkan semakin banyak warga sekaligus mendorong masyarakat menjadikan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan sejak dini. (*)