Rektor UMT Tekankan Lima Bekal bagi 3.038 Wisudawan: Berbakti, Terus Belajar, dan Jaga Integritas

waktu baca 4 menit
Selasa, 29 Sep 2026 15:41 34 Nazwa

TANGERANG | TD — Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Assoc. Prof. Dr. Warsito, M.Si menyampaikan pesan penting kepada ribuan lulusan dalam prosesi wisuda tahun ini, Selasa (29/9/2026). Ia menegaskan bahwa keberhasilan memperoleh gelar akademik bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari tantangan yang lebih besar di tengah persaingan dunia kerja dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Dalam sambutannya, Rektor UMT menyampaikan bahwa sebanyak 3.038 mahasiswa dari jenjang sarjana, magister, dan diploma diwisuda tahun ini. Pelaksanaan wisuda dibagi menjadi tiga sesi, dengan sesi pertama diikuti 1.038 wisudawan di ICE BSD, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Ia mengapresiasi kepercayaan para orang tua yang telah menitipkan pendidikan putra-putrinya kepada UMT. Menurutnya, keberhasilan para wisudawan tidak terlepas dari perjuangan dan doa keluarga.

“Setelah selesai menjadi sarjana, tantangan ke depan justru lebih berat. Bagaimana kalian bisa menunjukkan dan membuktikan bahwa kalian mampu bersaing, bekerja, serta memberikan bukti kepada orang tua,” pesannya.

Berbakti kepada Orang Tua

Pesan pertama yang disampaikan Rektor adalah agar para lulusan tetap berbakti kepada kedua orang tua.

Ia mengingatkan para wisudawan bahwa pencapaian akademik yang diraih hari ini merupakan hasil dari perjalanan panjang, termasuk pengorbanan orang tua yang bekerja keras dan tidak berhenti mendoakan anak-anaknya.

Rektor bahkan meminta para wisudawan memberikan penghormatan kepada orang tua yang hadir dalam prosesi wisuda.

“Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Atas doa orang tua, insyaallah kalian bisa menjadi orang-orang yang sukses,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan lulusan agar tidak berubah menjadi pribadi yang sombong setelah memperoleh gelar akademik.

“Jangan merasa terlalu tinggi. Jadilah orang yang lebih rendah hati supaya orang tua bangga kepada kalian,” pesannya.

Jangan Berhenti Belajar

Pesan kedua adalah terus belajar dan meningkatkan kompetensi.

Menurut Rektor UMT, ijazah bukanlah garis akhir pendidikan. Dunia kerja membutuhkan orang-orang yang mampu mengembangkan kemampuan dan mengikuti perubahan.

“Jangan berhenti karena kalian sudah mendapatkan ijazah. Tantangan ke depan lebih tinggi. Asah kompetensi kalian terus,” katanya.

Ia mendorong para lulusan yang memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk program magister dan pendidikan lanjutan lainnya.

Hal itu dinilai penting karena persaingan dunia kerja semakin ketat, sementara perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat.

Adaptif Terhadap Perubahan Zaman

Selain kompetensi, Rektor UMT menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi.

Menurutnya, perubahan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Karena itu, lulusan harus memiliki kesiapan menghadapi perkembangan zaman agar tidak tertinggal.

“Kalau kalian tidak ingin terlindas oleh perkembangan, kalian harus melakukan perubahan. Lakukan terus proses perubahan itu,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan lulusan agar memiliki mental yang kuat ketika menghadapi kegagalan.

“Jatuh, bangun lagi. Jatuh, bangun lagi,” katanya.

Menurutnya, berbagai pengalaman, tantangan, dan persoalan dalam kehidupan justru dapat membentuk pribadi yang lebih kuat selama dihadapi dengan ketekunan dan kemauan untuk bangkit.

Integritas dan Kejujuran

Pesan berikutnya adalah menjaga integritas dan kejujuran.

Rektor UMT menilai kompetensi dan kemampuan akademik harus berjalan beriringan dengan karakter yang baik. Tanpa integritas, kemampuan yang dimiliki seseorang dapat kehilangan kepercayaan dari lingkungan.

“Kompetensi bisa kalian bangun dengan ilmu dan kemampuan. Tetapi kalau integritas dan kejujuran tidak kalian pegang, nilai kepercayaan kalian juga akan berantakan,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta para lulusan menjaga nama baik almamater dalam setiap langkah setelah meninggalkan kampus.

Perkuat Soft Skill

Bekal terakhir yang ditekankan adalah kemampuan nonteknis atau soft skill.

Rektor menyebut kemampuan analisis, pemecahan masalah atau problem solving, serta kemampuan menghadapi berbagai persoalan sebagai keterampilan penting yang dibutuhkan lulusan di dunia kerja.

“Soft skill dalam proses penyelesaian masalah sangat diperlukan. Kemampuan analisis dan problem solving diperlukan dalam menghadapi persoalan,” ujarnya.

Ia pun meminta para wisudawan tidak takut menghadapi tantangan, memulai karier dari bawah, maupun menjalani proses panjang untuk mencapai keberhasilan.

“Jangan takut menghadapi tantangan. Jangan takut memulai dari bawah,” pesannya.

UMT Terus Tingkatkan Mutu Pendidikan

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMT juga menyampaikan perkembangan institusi. UMT saat ini memiliki 35 program studi, dengan 12 program studi disebut telah memperoleh akreditasi unggul.

Ia menargetkan peningkatan kualitas akreditasi program studi secara bertahap sebagai bagian dari komitmen UMT memberikan pendidikan terbaik bagi mahasiswa.

Rektor juga menyampaikan bahwa UMT tengah menantikan penerbitan izin atau surat keputusan terkait Fakultas Kedokteran. Jika terealisasi, hal tersebut akan menjadi salah satu pengembangan penting bagi UMT dalam memperluas bidang pendidikan tinggi yang ditawarkan.

Di akhir sambutannya, Rektor UMT menyampaikan apresiasi kepada keluarga dan orang tua wisudawan atas kepercayaan yang diberikan kepada kampus.

Ia juga meminta maaf apabila selama proses pendidikan terdapat kekurangan dan menegaskan komitmen UMT untuk terus melakukan evaluasi serta perbaikan.

“Jaga nama baik UMT. Hari ini kami melepaskan saudara-saudara untuk bertanggung jawab di tengah masyarakat,” tuturnya.

Bagi para wisudawan, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa toga dan ijazah bukanlah titik akhir. Setelah seremoni berakhir, perjalanan sesungguhnya justru dimulai: membawa ilmu, karakter, integritas, dan nama baik almamater ke tengah masyarakat. (*)

LAINNYA