Pemkot Tangerang Dukung Urban Farming, Salurkan Ribuan Kilogram Pupuk dan Ratusan Benih ke 76 KWT

waktu baca 2 minutes
Senin, 20 Okt 2025 21:00 0 Nazwa

KOTA TANGERANG | TD — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang semakin serius memperkuat sektor ketahanan pangan melalui gerakan urban farming. Sebanyak 76 Kelompok Wanita Tani (KWT) di seluruh wilayah Kota Tangerang menerima bantuan sarana dan prasarana pertanian, mulai dari benih hingga pupuk organik. Penyaluran bantuan berlangsung selama tiga hari, sejak Minggu hingga Selasa (21/10/2025).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, Muhdorun, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya konkret Pemkot dalam memperkuat pertanian perkotaan sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan lokal.

Menurutnya, bantuan tersebut juga menjadi bentuk komitmen Pemkot Tangerang untuk memberdayakan masyarakat, khususnya ibu-ibu anggota KWT, agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

“KWT adalah ujung tombak ketahanan pangan keluarga dan lingkungan. Dengan lahan terbatas, semangat urban farming melalui KWT menjadi solusi yang sangat strategis,” ujar Muhdorun, Senin, 20 Oktober 2025.

Bantuan dirancang untuk mendukung dua metode pertanian sekaligus — konvensional dan modern (hidroponik). DKP menyalurkan 500 slab rockwool, 200 pak nutrisi hidroponik, serta 40 unit pompa air untuk mendukung sistem hidroponik.

Sementara untuk pertanian di lahan tanah, diserahkan 1.200 kg pupuk organik, 104 bungkus media tanam, dan 20 kg plastik polibag.

“Selain peralatan, KWT juga menerima berbagai jenis benih sayuran, termasuk 36 bungkus benih bayam, 100 bungkus kangkung, 300 bungkus pakcoy, 190 bungkus selada keriting, dan 10 bungkus benih cabai besar,” terang Muhdorun.

Ia menambahkan, bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat dan produktivitas anggota KWT dalam mengelola lahan pekarangan mereka.

“Kami ingin memastikan lahan pekarangan menghasilkan komoditas pangan berkualitas — tidak hanya untuk konsumsi pribadi, tapi juga bisa menjadi sumber pendapatan tambahan keluarga,” lanjutnya.

Muhdorun berharap gerakan urban farming di Kota Tangerang terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi lingkungan.

“Mari kita manfaatkan setiap jengkal tanah, jadikan pekarangan sebagai lumbung pangan keluarga. Ini langkah nyata menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan,” tutupnya. (*)

LAINNYA