Di tengah kemarau panjang, bantuan air bersih Perumdam TKR hadir memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan. Lebih dari 2,5 juta liter air telah disalurkan selama Juli–Agustus 2026. (Foto: Dok. Perumdam TKR) TANGERANG | TD — Di tengah kemarau panjang yang membuat sejumlah sumber air warga mengering, Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (Perumdam TKR) Kabupaten Tangerang menyalurkan lebih dari 2,5 juta liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang selama Juli hingga Agustus 2026.
Bagi warga yang kesulitan mendapatkan air, bantuan tersebut bukan sekadar distribusi air bersih. Kedatangan mobil tangki menjadi penopang kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, mencuci hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Penyaluran dilakukan di sejumlah lokasi yang mengalami keterbatasan air bersih akibat musim kemarau. Perumdam TKR mengerahkan armada mobil tangki dan menyesuaikan distribusi berdasarkan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan.
Musim kemarau tahun ini memberikan tekanan terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat harus mencari sumber air alternatif ketika sumur dan sumber air lingkungan mulai mengalami kekeringan.
Direktur Utama Perumdam TKR Sofyan Sapar, Kamis (1/10/2026), mengatakan perusahaan berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap mendapatkan perhatian di tengah kondisi kemarau panjang.
“Musim kemarau panjang memberikan dampak terhadap ketersediaan air baku yang menjadi sumber utama proses produksi air bersih. Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan komitmen kami untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Sofyan.
Menurut Sofyan, distribusi air bersih dilakukan dengan memperhatikan laporan dan kondisi wilayah yang mengalami kekurangan air. Perumdam TKR juga menyiagakan armada tangki untuk mempercepat bantuan ke titik-titik yang membutuhkan.
“Kami terus memonitor wilayah yang terdampak dan menyiagakan armada agar bantuan dapat bergerak secara optimal. Kami memahami bahwa air merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga pelayanan dalam kondisi seperti ini harus tetap berjalan,” katanya.
Bagi Perumdam TKR, penanganan dampak kekeringan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan air, tetapi juga bagian dari tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, distribusi air bersih terus dilakukan dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan pihak terkait. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat melewati periode kemarau, khususnya di wilayah yang sumber airnya mengalami penurunan.
Air Bersih di Tengah Kekeringan
Di sejumlah lokasi terdampak, kedatangan mobil tangki Perumdam TKR menjadi sesuatu yang dinantikan warga.
Seorang warga penerima bantuan mengatakan distribusi air bersih sangat membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.
“Air sangat dibutuhkan untuk kegiatan sehari-hari. Ketika sumur mulai sulit mendapatkan air, bantuan seperti ini sangat membantu kami,” ujar warga tersebut.
Warga berharap distribusi air bersih dapat terus dilakukan selama kondisi kekeringan masih berlangsung, terutama bagi wilayah yang sumber airnya belum kembali normal.
Sofyan mengatakan Perumdam TKR akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan melakukan langkah yang diperlukan untuk membantu masyarakat.
“Setiap hari kami pantau kondisi di lapangan. Kami juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk penanganan daerah-daerah yang membutuhkan bantuan air bersih selama kekeringan berlangsung,” ujarnya.
Selain distribusi melalui mobil tangki, Perumdam TKR juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Penghematan air dinilai penting untuk menjaga ketersediaan sumber daya air di tengah kondisi yang masih penuh tantangan.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghemat penggunaan air. Setiap tetes air sangat berarti, terutama dalam kondisi sumber air baku yang sedang mengalami tekanan akibat musim kemarau,” kata Sofyan.
Lebih dari 2,5 juta liter air yang disalurkan selama Juli hingga Agustus 2026 menjadi bagian dari upaya Perumdam TKR menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan paling mendasar tersebut.
Sebab, ketika kemarau membuat sumur mengering dan air menjadi sulit diperoleh, kehadiran air bersih bukan hanya soal volume. Di sana ada kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi, aktivitas warga yang harus terus berjalan, dan kehidupan yang tidak boleh berhenti hanya karena musim kemarau. (*)