IAILM Suryalaya Gelar Bedah Buku 40 Tahun, Rawat Warisan Abah Anom di Era Digital

waktu baca 3 menit
Senin, 31 Agu 2026 21:23 32 Nazwa

TASIKMALAYA | TD — Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Pondok Pesantren Suryalaya menggelar bedah buku Menjelajah Zaman, Merawat Iman (Bunga Rampai 40 Tahun IAILM Suryalaya), Senin (31/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum IAILM untuk merawat dan mendiseminasikan warisan pemikiran serta keteladanan Pangersa Abah Anom di tengah perkembangan teknologi dan disrupsi digital.

Bedah buku tersebut merupakan salah satu rangkaian peringatan Milad ke-40 IAILM Pondok Pesantren Suryalaya. Selain menjadi forum akademik, kegiatan ini menjadi ruang refleksi mengenai relevansi nilai-nilai keilmuan dan spiritualitas Suryalaya dalam menjawab tantangan kehidupan modern.

Buku Menjelajah Zaman, Merawat Iman merupakan karya kolaboratif yang menghimpun tulisan 30 dosen IAILM Suryalaya dan satu penulis dari Malaysia. Kumpulan tulisan tersebut merekam gagasan serta refleksi akademik sivitas akademika selama perjalanan empat dekade IAILM.

Buku itu juga menjadi bagian dari ikhtiar akademik dan spiritual untuk mendiseminasikan pemikiran, ajaran, serta keteladanan Pangersa Abah Anom, Syekh KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin r.a., Mursyid TQN Pondok Pesantren Suryalaya.

Melalui forum bedah buku, pemikiran tasawuf, tarekat, dan pendidikan sufistik Abah Anom dikaji kembali untuk melihat relevansinya dengan tantangan zaman, termasuk perubahan teknologi, perkembangan digital, dan dinamika sosial.

Kegiatan tersebut dihadiri Pimpinan Pondok Pesantren Suryalaya, Rektor IAILM Dr. Asep Salahudin, MA., para wakil rektor, dekan, dosen, mahasiswa, serta sejumlah undangan, termasuk perwakilan sekolah mitra IAILM.

Rektor IAILM Dr. H. Asep Salahudin, MA., hadir sebagai keynote speaker. Sejumlah editor sekaligus perwakilan penulis turut menyampaikan pemikiran mengenai isi buku, yakni Rojaya, M.Ag., Dr. Wawan, M.SI., Dr. Syarief Hasani, M.Pd.I., H. Asriadi Rauf, M.Hum., dan H. Junjun Kurnia, MM.

Sementara itu, pembahasan buku disampaikan Sansan Ziaul Haq, Lc., M.Hum.

Dalam sambutan tertulisnya, Pimpinan Pondok Pesantren Suryalaya KH. Akhmad Masykur Firdaus, S.I.Kom., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan bedah sekaligus peluncuran buku tersebut.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial dalam memperingati Milad ke-40 IAILM. Lebih dari itu, bedah buku menjadi bagian dari upaya membangun tradisi intelektual yang mampu menghubungkan warisan keilmuan dan spiritualitas Suryalaya dengan tantangan kehidupan kontemporer.

Buku Menjelajah Zaman, Merawat Iman diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan pemikiran akademik sekaligus memperkuat nilai-nilai keimanan dalam menghadapi perubahan zaman.

Tema tersebut juga menggambarkan tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan Islam saat ini. Perkembangan teknologi dan digitalisasi menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi, namun proses tersebut tetap perlu dibarengi dengan kemampuan menjaga iman, akhlak, tradisi keilmuan, dan nilai-nilai spiritual.

Dalam konteks IAILM Suryalaya, tradisi akademik tersebut dipertemukan dengan nilai-nilai pendidikan pesantren dan spiritualitas yang berkembang di lingkungan Pondok Pesantren Suryalaya.

Ketua Panitia Milad ke-40 IAILM, Dr. Nana Suryana, S.Ag., mengatakan bedah buku merupakan bagian dari upaya memperkuat tradisi literasi, riset, dan pengembangan keilmuan di lingkungan IAILM dan Pondok Pesantren Suryalaya.

Ia menilai penerbitan bunga rampai 40 tahun IAILM memiliki arti penting karena merekam gagasan dan refleksi sivitas akademika dalam perjalanan institusi selama empat dekade.

Dengan demikian, buku tersebut tidak hanya menjadi dokumentasi perjalanan IAILM, tetapi juga ruang refleksi mengenai bagaimana pendidikan tinggi Islam dapat berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan akar spiritual dan nilai-nilai yang menjadi fondasinya.

Bedah buku ini menjadi salah satu agenda dalam rangkaian Milad ke-40 IAILM Pondok Pesantren Suryalaya. Rangkaian kegiatan lainnya meliputi Reuni Kabar IKA IAILM, Turnamen Bola Voli Tingkat SLTA, pertandingan badminton, tenis meja, seminar internasional, seminar motivasi, parade band tingkat SLTA, santunan anak yatim, serta sejumlah kegiatan lainnya.

Seluruh rangkaian Milad ke-40 IAILM dijadwalkan ditutup melalui Sidang Senat Terbuka pada 5 September 2026.

Empat dekade perjalanan IAILM menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus meneguhkan arah pengembangan institusi. Melalui karya ilmiah, forum akademik, dan berbagai kegiatan kemasyarakatan, IAILM diharapkan semakin mampu memadukan keunggulan akademik, tradisi pesantren, dan spiritualitas Suryalaya dalam menjawab tantangan zaman. (*)

LAINNYA