HPSN 2026 di Tangsel, Pilar Tekankan Budaya Pilah Sampah Sejak Sekolah

waktu baca 3 menit
Kamis, 16 Apr 2026 23:05 39 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD — Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan, menegaskan pentingnya membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak masa sekolah.

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di UPTD SDN Pondok Jagung 02, Serpong Utara.

Menurut Pilar, persoalan sampah harus dimulai dari hal paling mendasar, yakni kesadaran individu. Ia menilai sekolah menjadi tempat strategis untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

“Saya sangat senang karena HPSN ini menjadi ajang mempromosikan gerakan hidup sehat, bersih, dan peduli lingkungan kepada anak-anak. Apalagi saat ini Tangsel sedang menggalakkan bank sampah dan pemilahan sampah. Semua harus dimulai dari sekolah,” ujarnya.

Pilar menambahkan, kepedulian terhadap lingkungan akan berdampak pada pola pikir yang lebih baik. Menurut dia, kebiasaan sederhana seperti memilah sampah merupakan bagian penting dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab.

“Kalau kita peduli lingkungan, insya Allah pola pikir kita akan lebih maju. Sampah harus diolah dengan bijak, jangan sampai menumpuk atau dibakar karena bisa mencemari lingkungan,” tegasnya.

Kepala Bidang Tata Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Donny Herawan, menjelaskan bahwa HPSN tahun ini mengusung tema kolaborasi lintas sektor. Pemilihan lokasi di sekolah bertujuan agar edukasi dapat langsung menyasar anak-anak.

“Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur agar edukasi bisa diterima langsung oleh siswa,” katanya.

Sejumlah kegiatan digelar dalam peringatan tersebut, mulai dari operasi semut atau aksi pungut sampah, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hingga simulasi pembuatan lubang biopori. Sampah organik dimanfaatkan untuk biopori, sementara sampah anorganik dikumpulkan melalui drop box untuk selanjutnya dikelola melalui bank sampah.

Donny berharap, kegiatan ini mampu menanamkan kesadaran sejak dini sehingga siswa dapat menerapkan pola hidup bersih tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah.

Sementara itu, Kepala UPTD SDN Pondok Jagung 02, Sawiah Susanti, mengatakan pihak sekolah telah menerapkan berbagai pembiasaan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Setiap kelas memiliki jadwal piket harian untuk memastikan tidak ada sampah yang tertinggal di lingkungan sekolah.

“Kami biasakan siswa untuk menjaga kebersihan setiap hari. Setelah pulang sekolah, mereka menyisir lingkungan sekolah agar tetap bersih,” jelasnya.

Selain itu, sekolah juga mengelola sampah secara berkelanjutan, termasuk memanfaatkan sisa makanan sebagai pakan ternak melalui budidaya ayam kampung yang dikelola sekolah.

“Untuk mengurangi sampah sisa makanan, kami manfaatkan sebagai pakan ternak. Di sekolah ada budidaya ayam kampung, jumlahnya hampir seratus ekor,” ungkapnya.

Ia menambahkan, siswa juga dibiasakan memilah sampah organik dan anorganik serta rutin mengikuti kegiatan bersih-bersih setiap Jumat.

“Alhamdulillah, lingkungan sekolah menjadi bersih dan nyaman. Ini hasil kebiasaan yang dibangun bersama antara guru dan siswa,” tutupnya. (Idris Ibrahim)

LAINNYA