Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid berfoto bersama 17 penerima Beasiswa Tangerang Gemilang di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT). Program tersebut menjadi upaya Pemkab Tangerang dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. (Foto: Ist) TANGERANG | TD — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat melalui Program Beasiswa Tangerang Gemilang. Hingga 2026, sebanyak lebih dari 485 mahasiswa asal Kabupaten Tangerang telah mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan secara gratis di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT).
Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemkab Tangerang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memberikan peluang bagi masyarakat kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, Beasiswa Tangerang Gemilang merupakan program unggulan pemerintah daerah yang dirancang untuk mencetak generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Maesyal saat menghadiri penandatanganan perjanjian kerja sama sekaligus penyerahan Beasiswa Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Program Beasiswa Tangerang Gemilang dan Beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) PG-PAUD di Auditorium Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Senin (27/7/2026).
“Hari ini kami bersama Pak Sekda dan jajaran menghadiri penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan Universitas Muhammadiyah Tangerang dalam pelaksanaan Program Beasiswa Tangerang Gemilang,” ujar Maesyal Rasyid.
Ia menjelaskan, sejak 2025 hingga 2026, Pemkab Tangerang telah memberikan fasilitas pendidikan penuh kepada lebih dari 485 mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Para penerima beasiswa mendapatkan berbagai fasilitas pendidikan, mulai dari biaya pendaftaran, formulir, hingga biaya SPP selama masa perkuliahan empat tahun.
“Alhamdulillah, masyarakat Kabupaten Tangerang yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi sudah kita kuliahkan sekitar 485 orang lebih. Mereka mendapatkan fasilitas pendidikan secara gratis mulai dari biaya pendaftaran, formulir, SPP hingga menyelesaikan pendidikan selama empat tahun,” jelasnya.
Menurut Maesyal, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak besar bagi kemajuan daerah. Melalui program tersebut, pemerintah daerah berharap para penerima beasiswa mampu menyelesaikan pendidikan dan menjadi generasi yang siap membangun Kabupaten Tangerang.
“Mudah-mudahan mereka menjadi sarjana, menjadi pemimpin, dan menjadi SDM unggul yang akan mengisi pembangunan Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten bahkan Indonesia pada masa yang akan datang,” katanya.
Ia menegaskan, Pemkab Tangerang akan terus meningkatkan jumlah penerima Beasiswa Tangerang Gemilang agar semakin banyak masyarakat yang memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi.
“Kita akan terus berupaya menambah kuota setiap tahun. Harapannya semakin banyak masyarakat Kabupaten Tangerang yang bisa kuliah, menjadi cerdas, dan mampu membangun daerahnya masing-masing,” ungkapnya.
Selain bekerja sama dengan UMT, Pemkab Tangerang juga telah menjalin program beasiswa dengan sejumlah perguruan tinggi lainnya, seperti Universitas Al-Azhar Mesir, IPB University, Swiss German University (SGU), serta Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug.
Maesyal menambahkan, penerima Beasiswa Tangerang Gemilang diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk kategori Desil 1 hingga Desil 4, yakni kelompok keluarga dengan kondisi ekonomi yang membutuhkan dukungan pemerintah.
“Mereka inilah yang menjadi prioritas agar cita-cita mereka menjadi sarjana bisa terwujud meskipun memiliki keterbatasan ekonomi,” tegasnya.
Melalui Program Beasiswa Tangerang Gemilang, Pemkab Tangerang berharap semakin banyak anak muda daerah yang dapat mengenyam pendidikan tinggi tanpa terbebani persoalan biaya, sekaligus menjadi bagian dari pembangunan Kabupaten Tangerang di masa mendatang. (*)