Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan Tb. Asep Nurdin bersama Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dan jajaran berfoto bersama para pemuda Tangsel dalam rangka penguatan literasi digital. Edukasi tersebut mendorong generasi muda agar tidak sekadar mampu menggunakan teknologi, tetapi juga cakap, kritis, kreatif, dan bertanggung jawab di ruang digital. (Foto: Ist) KOTA TANGSEL | TD — Kemampuan menggunakan gadget belum cukup untuk membuat anak dan pemuda disebut cakap di ruang digital. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, generasi muda juga perlu memiliki kemampuan untuk memahami, menyaring, serta memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif.
Hal tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Penguatan literasi digital terus didorong agar anak dan pemuda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkan ruang digital untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi.
Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin, mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah banyak aspek kehidupan generasi muda, mulai dari cara memperoleh informasi hingga pola belajar dan berkomunikasi.
“Anak dan pemuda tidak cukup hanya bisa menggunakan teknologi. Mereka juga perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi, menjaga data pribadi, memahami etika di ruang digital, dan menggunakan teknologi untuk hal-hal yang positif dan produktif,” ujar Tb. Asep Nurdin, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, kecakapan digital menjadi semakin penting karena teknologi kini tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas pendidikan, kreativitas, hingga pengembangan diri.
Dengan kemampuan literasi digital yang baik, anak dan pemuda diharapkan dapat lebih kritis ketika menerima informasi. Mereka perlu memahami bahwa tidak semua informasi yang beredar di internet dapat langsung dipercaya atau dibagikan kembali.
Karena itu, kecakapan dalam menggunakan teknologi perlu dibarengi dengan kemampuan untuk mencari sumber informasi yang tepat, memahami konteks sebuah informasi, serta mempertimbangkan dampak sebelum menyebarkannya kepada orang lain.
Diskominfo Tangsel juga mendorong agar perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan generasi muda untuk kegiatan yang memberikan nilai tambah. Ruang digital dinilai memiliki peluang besar untuk mendukung kreativitas dan produktivitas apabila digunakan secara tepat.
Anak dan pemuda dapat memanfaatkan berbagai platform digital untuk mengembangkan keterampilan, menghasilkan karya, mencari pengetahuan, hingga membangun aktivitas yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Menurut Tb. Asep Nurdin, pemanfaatan teknologi secara positif membutuhkan pendampingan dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, komunitas, dan berbagai pihak lainnya.
“Ruang digital harus menjadi ruang yang aman untuk belajar, berkarya, dan berinteraksi. Karena itu, edukasi literasi digital perlu dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak, termasuk keluarga, sekolah, komunitas, dan pemerintah,” jelasnya.
Penguatan literasi digital juga diarahkan agar generasi muda memiliki posisi yang lebih aktif dalam perkembangan teknologi. Anak dan pemuda diharapkan tidak berhenti sebagai konsumen informasi, tetapi dapat turut menghasilkan konten yang positif dan bermanfaat.
Kemampuan tersebut menjadi penting seiring semakin besarnya peran platform digital dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kecakapan yang memadai, generasi muda dapat menggunakan teknologi untuk memperluas wawasan sekaligus mengembangkan kreativitas dan keterampilan.
Diskominfo Tangsel terus mendorong edukasi mengenai penggunaan media digital secara bijak sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan digital yang sehat dan produktif.
Melalui penguatan literasi digital, anak dan pemuda di Kota Tangerang Selatan diharapkan mampu menghadapi perkembangan teknologi dengan lebih kritis, kreatif, dan bertanggung jawab. Teknologi pun tidak hanya menjadi alat untuk mengakses informasi, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berkarya, dan membuka berbagai peluang bagi generasi muda. (*)