KOTA SERANG – Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, secara resmi membuka kegiatan Jambore Sketsa Serang Sketchwalk Volume 2 dengan tema “Merekam Jejak Merayakan Kisah” yang digelar di kawasan Taman Sari, Kota Serang, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh komunitas seni, pelajar, serta pegiat sketsa dari berbagai daerah tersebut menjadi ruang ekspresi kreatif dalam menangkap wajah Kota Serang melalui goresan gambar. Para peserta tampak antusias menyusuri sejumlah titik kota untuk mengabadikan suasana perkotaan, mulai dari ruang publik, aktivitas warga, hingga sudut-sudut kota yang memiliki nilai historis dan estetika.

Dalam sambutannya, Agis menegaskan bahwa Pemerintah Kota Serang tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik semata, tetapi juga pada pembangunan suasana kota yang nyaman, hidup, dan memiliki nilai rasa bagi masyarakat maupun pengunjung.
Menurutnya, sebuah kota tidak cukup hanya dibangun dengan gedung dan jalan yang baik, tetapi juga harus mampu menghadirkan pengalaman emosional yang membuat orang merasa betah dan memiliki kesan mendalam ketika datang ke Kota Serang.
“Pembangunan tidak hanya soal fisik. Kami juga ingin Kota Serang memiliki rasa, rasa nyaman, rasa aman, dan rasa yang membuat orang ingin kembali lagi,” ujar Nur Agis Aulia.

Ia menjelaskan, konsep pembangunan berbasis rasa tersebut diwujudkan melalui berbagai upaya, seperti peningkatan kebersihan kota, penataan ruang publik, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, pelaku seni, komunitas kreatif, dan pelaku pariwisata.
Agis juga menekankan pentingnya peran kegiatan seni seperti Sketchwalk dalam membangun citra kota. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang menggambar, tetapi juga menjadi sarana dokumentasi visual yang mampu memperlihatkan identitas dan karakter Kota Serang dari sudut pandang yang lebih humanis.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa melihat Kota Serang dari perspektif yang berbeda. Ini bukan hanya soal gambar, tetapi tentang bagaimana kita merasakan kota ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kenyamanan kota akan berdampak langsung pada meningkatnya minat wisatawan untuk datang kembali. Dampak tersebut juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan sektor kreatif.
Pemerintah Kota Serang, lanjutnya, terus berupaya menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan sosial budaya agar kota tidak hanya terlihat megah, tetapi juga memiliki jiwa dan karakter yang kuat.
“Kalau kota hanya dibangun secara fisik tanpa rasa, maka akan terasa kosong. Kita ingin Kota Serang tidak kering, tetapi hidup dan berkesan,” tegasnya.
Kegiatan Jambore Sketsa Serang Sketchwalk Volume 2 ini diharapkan menjadi agenda rutin yang dapat memperkuat posisi Kota Serang sebagai kota yang tidak hanya berkembang secara infrastruktur, tetapi juga kaya akan seni, budaya, dan kreativitas masyarakatnya.