Mobil Listrik Karya Mahasiswa UMT Raih Juara 2 KMLI XIV 2026

waktu baca 3 menit
Rabu, 28 Okt 2026 18:03 176 Redaksi

KOTA TANGERANG | TD — Mobil listrik karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) yang tergabung dalam Cisadane Benteng Team berhasil meraih Juara 2 Kategori Endurance pada Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) XIV Tingkat Nasional 2026. Prestasi tersebut mengantarkan dua mahasiswa Teknik Mesin UMT, Essa Riyanto dan Bintang Nur Alif, memperoleh apresiasi dari Pemerintah Kota Tangerang dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026).

Kompetisi yang berlangsung pada 21–25 September 2026 di Politeknik Negeri Bandung itu menjadi ajang bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menunjukkan kemampuan dalam mengembangkan teknologi kendaraan listrik.

Essa Riyanto dan Bintang Nur Alif menjadi perwakilan Cisadane Benteng Team dalam pencapaian tersebut. Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan mahasiswa UMT dalam mengembangkan kendaraan listrik yang mengutamakan efisiensi energi dan ketahanan selama kompetisi.

Bintang Nur Alif mengaku senang atas pencapaian tim setelah melalui proses perancangan dan pengembangan kendaraan yang membutuhkan kerja keras.

“Tentu saja kami merasa senang atas pencapaian ini. Karya yang sudah kami rancang dengan susah payah akhirnya membuahkan hasil,” ujar Bintang.

Menurutnya, salah satu keunggulan mobil listrik Cisadane Benteng Team terletak pada efisiensi penggunaan energi. Aspek tersebut menjadi perhatian utama dalam kategori Endurance yang menuntut peserta mengembangkan kendaraan dengan konsumsi energi sehemat mungkin.

“Keunggulan mobil listrik yang kami buat adalah kemampuannya menggunakan energi dengan cukup hemat. Kategori ini memang berfokus pada bagaimana kendaraan yang dibuat peserta dapat menggunakan energi sehemat mungkin,” jelasnya.

Di balik prestasi tersebut, tim menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan anggaran dan kendala teknis selama proses pengembangan kendaraan.

Bintang menjelaskan, keterbatasan dana mengharuskan tim mengatur pengeluaran dan menyesuaikan kebutuhan komponen. Sementara itu, dari sisi teknis, tim harus mengoptimalkan efisiensi energi baterai, memastikan keandalan komponen, serta menyelesaikan proses perakitan dan pengujian sesuai waktu yang tersedia.

Meski menghadapi berbagai kendala, tim berhasil membuktikan kemampuan mereka melalui capaian di tingkat nasional. Apresiasi yang diberikan Pemerintah Kota Tangerang pun menjadi dorongan bagi tim untuk terus mengembangkan inovasi kendaraan listrik.

“Kami bangga atas apresiasi yang telah diberikan Pemerintah Kota Tangerang. Semoga hal tersebut dapat menjadi semangat bagi Cisadane Benteng Team ke depannya,” kata Bintang.

Ke depan, Cisadane Benteng Team berencana melakukan riset lebih mendalam untuk mengevaluasi kekurangan kendaraan yang dikembangkan pada kompetisi tahun ini. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar perbaikan untuk meningkatkan performa dan daya saing kendaraan pada kompetisi berikutnya.

“Tentunya kami akan melakukan riset yang lebih mendalam agar kekurangan mobil listrik Cisadane Benteng Team tahun ini bisa menjadi bahan evaluasi. Harapannya, ke depan kami bisa menjadi juara umum di semua kategori,” pungkasnya.

Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa UMT lainnya untuk terus berinovasi dan mengembangkan teknologi kendaraan listrik yang efisien serta berkelanjutan. (Ril/Red)

LAINNYA