Sambut HUT ke-394, Pemkab Tangerang Gelar Khitanan Massal di RSUD Tigaraksa

waktu baca 3 menit
Kamis, 8 Okt 2026 14:11 44 Nazwa

TANGERANG | TD — Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar khitanan massal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tigaraksa sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-394 Kabupaten Tangerang. Kegiatan yang berlangsung Kamis (8/10/2026) tersebut ditujukan untuk membantu meringankan beban masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan.

Khitanan massal tersebut diikuti anak-anak yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang. Pemkab Tangerang menyiapkan layanan bagi 100 peserta, dengan pelaksanaan didukung tenaga medis dari RSUD Tigaraksa, RSUD Balaraja, dan RSUD Kabupaten Tangerang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengatakan khitanan massal menjadi salah satu bentuk kegiatan sosial dalam memperingati HUT ke-394 Kabupaten Tangerang.

Menurutnya, peringatan HUT tahun ini dikemas secara sederhana dengan mengedepankan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Tahun ini dalam menyambut HUT dilakukan secara sederhana, mengedepankan kegiatan sosial serta meningkatkan rasa syukur,” ujar Soma seusai meninjau pelaksanaan khitanan massal.

Soma mengatakan pemerintah daerah ingin menjadikan momentum bertambahnya usia Kabupaten Tangerang sebagai kesempatan untuk memperkuat kepedulian dan pelayanan kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan manfaat yang bisa langsung dirasakan masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk terus hadir di tengah masyarakat,” tuturnya.

Direktur RSUD Tigaraksa, Muhammad Faridzi Fikri, mengatakan pihaknya telah menyiapkan lima tim medis untuk mendukung pelaksanaan khitanan massal.

Selain tenaga medis RSUD Tigaraksa, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan tenaga kesehatan dari RSUD Balaraja dan RSUD Kabupaten Tangerang.

“Jadi kami persiapkan untuk menerima 100 peserta yang disediakan dan sejauh ini sudah 70 peserta dari perwakilan 29 kecamatan,” ungkap Faridzi.

Ia menjelaskan, khitanan massal menggunakan dua metode, yakni metode manual dan kauterisasi yang lebih dikenal masyarakat sebagai sunat laser.

Sebelum tindakan dilakukan, setiap peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan untuk memastikan metode yang digunakan sesuai dengan kondisi masing-masing anak.

“Kami menyiapkan dua metode, yaitu metode manual dengan standar keamanan yang tinggi dan metode kauterisasi yang sering dikenal sebagai sunat laser. Tentunya sebelum dilakukan tindakan, peserta akan melalui pemeriksaan terlebih dahulu sehingga metode yang digunakan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak,” jelasnya.

Salah satu keluarga peserta, Aris, warga Kecamatan Legok, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, khitanan massal dapat meringankan beban keluarga yang ingin mengkhitankan anak tetapi harus mempertimbangkan biaya.

“Alhamdulillah sangat terbantu, tidak perlu mengeluarkan biaya besar, bahkan kami diberikan bingkisan,” kata Aris.

Ia berharap kegiatan sosial serupa dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Semoga Kabupaten Tangerang semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, dan pemerintah terus memberikan perhatian serta kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Semoga di usia yang ke-394 ini Kabupaten Tangerang semakin baik dan semakin dekat dengan masyarakat,” harapnya. (*)

LAINNYA