Bertemu PWI, Mendikdasmen Dorong Jurnalistik Masuk Ekstrakurikuler Sekolah

waktu baca 3 menit
Kamis, 8 Okt 2026 12:38 36 Nazwa

JAKARTA | TD — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mendorong penguatan pendidikan jurnalistik di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan literasi, menulis, dan menyampaikan gagasan di kalangan pelajar.

Dorongan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat berkunjung ke Kantor PWI Pusat di lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu (7/10/2026). Kunjungan itu dilakukan dalam rangka menjadi narasumber program siniar PWI Channel.

Dalam pertemuan tersebut, Abdul Mu’ti bertemu dengan Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, Sekretaris Jenderal PWI Pusat Marthen Selamet Susanto, serta jajaran pengurus PWI Pusat.

Menurut Abdul Mu’ti, jurnalistik bukan sekadar aktivitas menyampaikan informasi kepada publik. Di dalamnya terdapat proses pembelajaran yang dapat membantu pelajar mengembangkan kemampuan menulis, berpikir, dan menyampaikan gagasan secara lebih baik.

“Jurnalistik itu kan juga di dalam itu ada ilmu, memberikan sesuatu tidak sekadar mengabarkan. Tapi juga tadi, mencerahkan, mendidik, dan sebagainya,” kata Abdul Mu’ti.

Ia membuka peluang agar jurnalistik dikembangkan sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk mengenal dunia jurnalistik sekaligus mengasah kemampuan menulis.

“Kalau bisa misalnya, jurnalistik itu masuk ekstrakurikuler, bagus juga kan. Nah, itu kalau bisa kan kita lebih banyak punya karya wartawan,” ujarnya.

Abdul Mu’ti juga mengajak media dan organisasi profesi seperti PWI ikut memperkenalkan profesi wartawan kepada pelajar. Menurutnya, anak-anak perlu mendapatkan wawasan mengenai beragam pilihan profesi sejak dini.

“Saya berharap agar media termasuk lembaga seperti PWI ini dapat menumbuhkan minat para pelajar di Indonesia untuk memilih wartawan sebagai profesi. Memang ini tidak selalu mudah, tapi saya kira tetap itu harus kita lakukan. Pilihan profesi itu harus kita berikan sebanyak mungkin kepada anak-anak kita,” katanya.

Ia mengakui profesi wartawan menghadapi tantangan yang semakin besar, termasuk tuntutan terhadap standar profesionalisme.

“Standar wartawan makin tinggi,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia juga menyinggung pengalamannya berinteraksi dengan wartawan selama menjalankan tugas sebagai menteri. Menurutnya, komunikasi dengan awak media tetap perlu dijaga karena wartawan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, selama saya jadi menteri tidak pernah berjarak dengan wartawan,” katanya.

Abdul Mu’ti menegaskan peningkatan kualitas profesi jurnalistik merupakan tanggung jawab bersama. Ia menyebut profesi wartawan tetap dibutuhkan karena memiliki fungsi penting dalam kehidupan masyarakat.

“Nah, ini yang memang tugas kita bersama-sama. Tapi sebagai sebuah profesi ini sangat mulia dan sangat kita perlukan. Eksistensi PWI ini juga sangat penting, semua wartawan yang menyampaikan informasi mempunyai peran,” ujarnya.

PWI Dorong Penguatan Literasi

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menyambut kunjungan Abdul Mu’ti dan berharap pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara PWI dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, terutama dalam bidang literasi dan pendidikan.

“Terima kasih sudah silaturahmi ke PWI. Diharapkan bisa sinergi,” kata Akhmad Munir.

Menurut Akhmad Munir, kerja sama dapat diarahkan pada penguatan kemampuan literasi dan menulis, termasuk bagi para guru. Program tersebut dinilai dapat dikembangkan secara lebih luas hingga berbagai daerah di Indonesia.

“Literasi, menulis untuk guru bisa dilakukan untuk seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, PWI memiliki fungsi pendidikan yang dapat dikolaborasikan dengan agenda peningkatan kualitas pendidikan. Selain mendorong literasi masyarakat, PWI juga menjalankan pendidikan bagi wartawan melalui peningkatan kompetensi profesi.

“PWI juga tugasnya pendidikan. Dari 10 tugas, 9 poin tentang pendidikan,” katanya.

Akhmad Munir menyebut jumlah anggota PWI saat ini kurang lebih 40 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 ribu wartawan telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

“Anggota PWI kurang lebih 40 ribu, sekitar 20 ribu sudah mengikuti UKW. UKW merupakan bagian pendidikan agar wartawan memiliki standar kompetensi,” kata Akhmad Munir.

Pada kesempatan tersebut, Akhmad Munir juga menyerahkan buku profil biografi Ketua Umum PWI Pusat berjudul Langkah Sunyi Menuju Puncak kepada Abdul Mu’ti. Pemberian buku tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan sekaligus simbol apresiasi dan penguatan hubungan antara PWI dan Kemendikdasmen. (*)

LAINNYA