Damkar Tangsel Krisis Armada, Hanya 6 Mobil Pemadam dalam Kondisi Prima

waktu baca 3 menit
Rabu, 9 Sep 2026 10:05 52 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menghadapi keterbatasan armada operasional. Dari 16 mobil pemadam yang dimiliki, hanya enam unit yang masih berada dalam kondisi prima, sementara 10 unit lainnya mengalami penurunan kondisi dengan tingkat kerusakan yang berbeda.

Kondisi tersebut terungkap saat Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie melakukan inspeksi terhadap armada Damkar, Selasa (8/9/2026). Hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan mulai dari kategori ringan hingga berat.

Benyamin mengatakan, kondisi armada tersebut perlu segera ditangani untuk memastikan kesiapan Damkar dalam menghadapi berbagai situasi darurat.

“Rusak sedang dan rusak berat, ada yang rusak ringan juga,” ujar Benyamin.

Ia meminta Damkar menyusun laporan secara menyeluruh mengenai kondisi setiap kendaraan, termasuk kebutuhan alat pelindung diri (APD) dan sarana pendukung operasional lainnya.

Menurut Benyamin, armada yang masih memungkinkan digunakan akan direkondisi. Sedangkan kendaraan yang sudah tidak layak operasional akan diusulkan untuk pengadaan baru.

Namun, peremajaan armada tidak dapat dilakukan sekaligus. Pemkot Tangsel akan menyesuaikan pengadaan dengan kemampuan anggaran daerah dan membaginya secara bertahap mulai 2027 hingga 2029.

“Kalau tidak, kita bagi sampai dengan tahun 2029. Dibagi secara bertahap saja,” katanya.

Benyamin menegaskan, pembenahan armada menjadi kebutuhan penting mengingat tugas Damkar tidak sebatas memadamkan kebakaran. Petugas juga menangani berbagai operasi penyelamatan yang membutuhkan kendaraan dan peralatan dalam kondisi siap digunakan.

Selain armada, Pemkot Tangsel turut menyoroti kelengkapan perlindungan bagi petugas. Saat ini, Damkar Tangsel baru memiliki sekitar 30 set pakaian tahan panas, sedangkan kebutuhan ideal diperkirakan mencapai 60 set.

Benyamin meminta kebutuhan pakaian tahan api bagi petugas yang harus masuk ke lokasi kebakaran turut dimasukkan dalam rencana pengadaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Ahmad Dohiri alias Adam mengatakan, pihaknya tengah melakukan pemetaan kebutuhan armada dan sarana pendukung berdasarkan kondisi operasional di lapangan.

“Berdasarkan standar sarana prasarana pemadam kebakaran, Tangsel dengan tujuh posko dan satu markas komando idealnya memiliki 18 armada siap operasional,” kata Adam.

Dengan kondisi saat ini, jumlah armada pemadam yang tersedia masih berada di bawah kebutuhan ideal. Karena itu, pengadaan akan diarahkan berdasarkan skala prioritas dan kemampuan anggaran.

Adam menyebut armada pancar dan kendaraan tangki menjadi salah satu kebutuhan yang perlu dipenuhi.

“Damkar juga membutuhkan kendaraan yang mampu menyedot sekaligus menyemprotkan air serta tambahan mobil tangki untuk mendukung proses pemadaman,” jelasnya.

Secara keseluruhan, Damkar Tangsel saat ini memiliki 23 kendaraan operasional, terdiri atas 16 mobil pemadam dan tujuh kendaraan pendukung.

Adam mengatakan peningkatan sarana dan prasarana ditargetkan mulai dilakukan pada 2027. Pengadaan akan berlangsung secara bertahap hingga 2029 dengan harapan seluruh armada dan fasilitas pendukung dapat berada dalam kondisi siap operasional.

“Target peningkatan pengadaan mulai 2027 agar seluruh armada dan sarana pendukung dalam kondisi siap digunakan secara bertahap hingga 2029,” tandasnya. (Idris Ibrahim)

LAINNYA