
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menendang bola dengan antusias saat membuka Piala Bupati Cup U-17 Tahun 2026 di Stadion Mini Kecamatan Pagedangan, Sabtu (5/9/2026). Turnamen ini diharapkan melahirkan talenta lokal yang mampu melanjutkan karier hingga Persita, Liga 1, bahkan Timnas Indonesia. (Foto: Ist) TANGERANG | TD – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memasang target tinggi terhadap para pemain muda yang tampil dalam Turnamen Sepak Bola Piala Bupati Cup U-17 Tahun 2026. Ia berharap kompetisi tersebut mampu melahirkan talenta asli Kabupaten Tangerang yang kelak menembus Persita, Liga 1, hingga Tim Nasional Indonesia.
Target tersebut disampaikan Maesyal saat membuka secara resmi Piala Bupati Cup U-17 2026 di Stadion Mini Kecamatan Pagedangan, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Maesyal, kompetisi usia muda tidak seharusnya berhenti pada perebutan trofi. Turnamen harus menjadi bagian dari proses panjang untuk menemukan, mengasah, dan mempersiapkan pemain lokal agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
“Kalau ini terus dijalankan, ingat ucapan saya, pemain U-17 ini minimal ada yang menjadi pemain Persita atau bermain di Liga 1. Maksimalnya, mudah-mudahan bisa menjadi pemain nasional,” tegasnya.
Maesyal menilai, keberadaan kompetisi secara rutin dan berjenjang menjadi salah satu kunci untuk menjaga kesinambungan pembinaan pemain muda. Dengan begitu, Kabupaten Tangerang tidak hanya menjadi daerah yang menghasilkan pemain usia dini, tetapi juga memiliki jalur pembinaan yang dapat mengantarkan talenta lokal menuju kompetisi profesional.
Ia pun meminta pelaksanaan Piala Bupati Cup U-17 benar-benar diarahkan pada pembinaan, bukan sekadar mengejar hasil pertandingan.
“Saya titip pertandingan ini kepada Ketua PSSI dan panitia, betul-betul prosesnya adalah pembinaan. Tujuannya supaya nanti ada tim U-17 khusus untuk Kabupaten Tangerang,” ujarnya.
Piala Bupati Cup U-17 menjadi bagian dari rangkaian pembinaan sepak bola usia muda yang terus dikembangkan Pemkab Tangerang. Sebelumnya, pemerintah daerah juga telah menggelar kompetisi Bupati Cup untuk kelompok usia U-13 dan U-15.
Pola tersebut diarahkan agar pemain mendapatkan kesempatan bertanding dan berkembang sesuai kelompok usianya sebelum memasuki jenjang yang lebih tinggi.
Kompetisi U-17 tahun ini diikuti oleh tim dari 28 kecamatan di Kabupaten Tangerang. Kehadiran para pemain dari berbagai wilayah tersebut menjadi kesempatan untuk menjaring potensi lokal yang berpeluang dikembangkan lebih lanjut.
Maesyal juga menegaskan bahwa pola pembinaan berjenjang tidak hanya akan diterapkan dalam sepak bola, tetapi akan dikembangkan pada berbagai cabang olahraga lainnya.
“Kita juga akan menggelar pembinaan berjenjang untuk cabang olahraga lainnya. Karena dengan olahraga kita semua bisa mendapatkan prestasi. Dengan olahraga juga kondisi kesehatan kita bisa terjaga,” katanya.
Di tengah target melahirkan pemain yang mampu bersaing di level profesional, Maesyal meminta seluruh pihak menjaga kualitas dan integritas pertandingan.
Ia mengingatkan wasit, hakim garis, panitia, pelatih hingga camat agar menjalankan peran masing-masing secara netral dan menjaga pertandingan tetap kondusif.
“Wasit harus netral, hakim garis netral, panitia netral. Karena tujuan kita ada dua, yaitu pembinaan dan prestasi. Jangan sampai ada keributan atau hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.
Menurut Maesyal, kompetisi yang sehat akan memberikan pengalaman penting bagi pemain muda, baik dari sisi kemampuan teknis maupun mental bertanding.
Karena itu, ia meminta para camat ikut memberikan pembinaan kepada tim yang berasal dari wilayah masing-masing sekaligus memastikan seluruh pertandingan berjalan tertib dan sportif.
Sementara itu, Ketua Askab PSSI Kabupaten Tangerang H. Danil Ramdhani mengatakan, proses seleksi peserta Piala Bupati Cup U-17 dilakukan secara ketat untuk memastikan turnamen benar-benar menjadi wadah bagi pemain lokal.
Dari 789 pemain yang didaftarkan, sebanyak 589 pemain dinyatakan lolos verifikasi, sedangkan sekitar 200 pemain tidak lolos administrasi.
“Ini kami lakukan agar tidak ada lagi persoalan pemain titipan, pemain dari luar wilayah yang tidak sesuai ketentuan ataupun manipulasi administrasi. Semua harus bertanding secara sportif dan berdasarkan aturan yang telah disepakati,” jelas Danil.
Ia menegaskan, proses tersebut penting agar pemain yang tampil benar-benar mewakili potensi sepak bola dari Kabupaten Tangerang.
“Ini potensi pemain asli lokal Kabupaten Tangerang. Insyaallah tidak ada titipan, ini potensi lokal yang kita gandeng bersama Disdukcapil untuk menjadi juara,” ungkapnya.
Dengan melibatkan 28 kecamatan, Piala Bupati Cup U-17 2026 diharapkan menjadi salah satu tahapan penting dalam menemukan pemain potensial yang dapat terus dibina hingga mencapai level profesional.
Turnamen tersebut digelar di dua lokasi, yakni Stadion Mini Kecamatan Pagedangan dan Stadion Petal Sukadiri.
Bagi Maesyal, keberhasilan turnamen bukan hanya ditentukan oleh siapa yang keluar sebagai juara. Lebih jauh, ukuran keberhasilannya adalah ketika dari lapangan-lapangan tersebut muncul pemain muda Kabupaten Tangerang yang suatu hari mampu mengenakan seragam Persita, tampil di Liga 1, bahkan membela Timnas Indonesia. (*)