Wabup Tangerang Dorong INOVASI TERPA GANTUNG Jadi Pola Baru Cegah Stunting

waktu baca 3 menit
Rabu, 19 Agu 2026 15:21 32 Nazwa

TANGERANG | TD – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, mendorong Intervensi Terpadu Cegah Stunting (INOVASI TERPA GANTUNG) menjadi pola baru dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Tangerang.

Menurut Intan, penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan pola intervensi yang terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak agar anak yang membutuhkan perhatian dapat segera teridentifikasi dan memperoleh penanganan sesuai kebutuhannya.

Hal tersebut disampaikan Intan saat menghadiri kegiatan Balita Kita Sehat sekaligus mencanangkan INOVASI TERPA GANTUNG di Kantor Desa Klutuk, Kecamatan Mekar Baru, Rabu (19/8/2026).

“Melalui INOVASI TERPA GANTUNG, kita ingin membangun pola penanganan yang lebih kolaboratif, efektif dan terpadu, sehingga setiap anak yang membutuhkan perhatian dapat segera diketahui dan mendapatkan intervensi yang sesuai, dengan melibatkan lebih banyak pihak dan multisektor,” ujar Intan.

Ia menilai, upaya pencegahan stunting harus dilakukan sedini mungkin. Intervensi tidak hanya diberikan ketika anak telah mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi perlu dimulai sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan secara rutin, pola asuh yang tepat, serta lingkungan yang sehat.

Bagi Intan, stunting juga tidak semata-mata berkaitan dengan kondisi fisik anak. Persoalan tersebut berkaitan erat dengan kualitas tumbuh kembang anak dan sumber daya manusia Kabupaten Tangerang pada masa mendatang.

“Stunting bukan hanya persoalan tinggi dan berat badan serta kesehatan anak, tetapi berkaitan dengan bagaimana kita bersama mampu berkomitmen penuh atas tumbuh kembang serta kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang,” katanya.

Karena itu, Intan mendorong agar INOVASI TERPA GANTUNG tidak berhenti sebagai sebuah program, tetapi diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan. Pemerintah desa dan kecamatan diminta memperkuat koordinasi dengan tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, serta berbagai unsur masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan lintas sektor menjadi penting agar intervensi yang diberikan tidak berjalan sendiri-sendiri. Setiap pihak memiliki peran dalam memastikan kebutuhan ibu dan anak dapat teridentifikasi dan ditangani secara tepat.

Intan juga menekankan pentingnya pembaruan data mengenai kondisi ibu dan anak. Data yang akurat dan terkini diperlukan untuk memastikan intervensi pemerintah benar-benar menyasar keluarga yang membutuhkan.

“Data mengenai kondisi ibu dan anak juga harus terus diperbarui agar program yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia optimistis penguatan kolaborasi dan kepedulian bersama dapat mempercepat upaya pencegahan stunting sekaligus mendukung terwujudnya generasi Kabupaten Tangerang yang sehat, cerdas, produktif, dan berkualitas.

Selain itu, Intan memberikan apresiasi kepada kader Posyandu dan tenaga kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, para kader memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan keluarga dan menjadi penghubung masyarakat dengan berbagai program kesehatan pemerintah.

“Saya juga berharap kegiatan Balita Kita Sehat tidak berhenti pada kegiatan seremonial hari ini. Pencanangan ini harus menjadi awal dari gerakan bersama yang dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Intan juga menyerahkan secara simbolis bantuan telur serta meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar dalam rangkaian kegiatan Balita Kita Sehat.

Melalui INOVASI TERPA GANTUNG, Pemkab Tangerang berharap upaya pencegahan dan penanganan stunting dapat semakin terarah, dengan intervensi yang dilakukan sejak dini dan melibatkan keluarga, masyarakat, tenaga kesehatan, hingga pemerintah secara bersama-sama. (*)

LAINNYA