Market Kripto Memasuki Fase Akumulasi

waktu baca 5 menit
Senin, 17 Agu 2026 21:16 21 Redaksi

KRIPTO | TD — Pasar kripto saat ini tengah memasuki periode yang dinilai sudah sangat menarik untuk diperhatikan oleh investor jangka panjang. Pergerakan Bitcoin saat ini masih cenderung terbatas dalam rentang tertentu yang relatif terbatas, sementara momentum kenaikan belum menunjukkan kekuatan yang cukup untuk menghasilkan tren bullish yang berkelanjutan. Berdasarkan pembacaan indikator teknikal pada sejumlah aset utama, kondisi pasar saat ini lebih tepat dipandang sebagai fase akumulasi jangka panjang, bukan periode untuk mengejar kenaikan harga secara agresif.

Bitcoin Masih Bergerak Sideway

Bitcoin saat ini masih bergerak dalam zona 62.000–67.000. Selama harga mampu bertahan di atas level 61.000, maka struktur pergerakan jangka menengah masih dapat dikategorikan sebagai sideways.

Level 61.000 menjadi salah satu batas penting. Apabila level tersebut ditembus ke bawah, maka Bitcoin berpotensi keluar dari zona sideways dan memasuki fase bearish jangka pendek. Jika level 61.000 ditembus ke bawah maka support kuat berikutnya berada di 57.500.

Sementara itu, nilai Mean Reversion Value (MRV) Bitcoin saat ini berada di sekitar 63.500, yang menjadi salah satu titik keseimbangan dalam struktur harga jangka menengah.

Di sisi lain, setiap kenaikan harga Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir selalu dibarengi dengan tekanan jual agresif. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa distribusi jangka pendek masih lebih dominan dibandingkan dengan bullish continuation.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kenaikan harga belum dapat dianggap sebagai tanda bahwa Bitcoin telah memasuki fase ekspansi bullish baru.

Likuiditas Masih Menunggu

Faktor lain yang menjadi perhatian adalah tingginya USDT Dominance (USDT.D). Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku pasar masih mempertahankan dana dalam bentuk stablecoin dan belum melakukan pembelian secara agresif ke koin kripto.

Situasi ini menggambarkan bahwa sebagian likuiditas masih berada dalam posisi menunggu. Apabila kondisi pasar dan sentimen nanti berubah menjadi lebih positif, maka likuiditas tersebut berpotensi kembali masuk ke aset berisiko dan memberikan dorongan baru terhadap pasar kripto.

Karena itu, pasar saat ini masih membutuhkan katalis positif, baik dari sisi likuiditas global, kebijakan moneter, kondisi ekonomi dunia maupun perubahan sentimen investor.

Fase Akumulasi Jangka Panjang

Kondisi sideways dan tekanan jual jangka pendek tidak selalu berarti pasar berada dalam kondisi yang buruk bagi investor jangka panjang.

Sebaliknya, periode ketika harga bergerak dalam rentang terbatas dan mengalami koreksi berulang dapat menjadi bagian dari fase akumulasi sebelum memasuki siklus ekspansi berikutnya.

Dalam perspektif jangka panjang, fase akumulasi ini diproyeksikan menjadi bagian dari persiapan menuju periode yang berpotensi memberikan imbal hasil yang cukup besar pada tahun 2028–2029.

Dengan demikian, orientasi investor pada fase ini bukan semata-mata mengejar keuntungan dalam beberapa hari atau beberapa minggu, melainkan membangun posisi lebih awal di zona diskon untuk persiapan menghadapi siklus ekspansi berikutnya.

Area LTFV Menjadi Acuan

Salah satu acuan yang dapat digunakan untuk menentukan area akumulasi adalah Long-Term Fair Value (LTFV).

Berdasarkan model yang digunakan dalam analisis ini:

LTFV Bitcoin = $64.000

LTFV Ethereum = $1.900

Harga yang berada di bawah LTFV dipandang sebagai area yang lebih menarik untuk dipertimbangkan sebagai zona akumulasi jangka panjang, karena harga berada di bawah nilai fair value yang digunakan dalam model analisis teknikal.

Semakin besar diskon harga terhadap LTFV, maka semakin besar pula potensi profit di masa depan yang dihitung terhadap model valuasi tersebut.

Namun LTFV bukanlah jaminan bahwa harga tidak akan turun lebih rendah. Bitcoin maupun Ethereum tetap dapat mengalami volatilitas dan koreksi lebih lanjut dalam jangka pendek untuk sementara waktu sebelum memasuki fase ekspansi berikutnya.

Karena itu strategi akumulasi bisa dilakukan secara bertahap, bukan dengan menganggap satu level harga sebagai titik yang pasti menjadi bottom final.

Proyeksi Tahun 2028–2029

Jika struktur siklus jangka panjang berkembang sesuai skenario yang diproyeksikan, maka 2028–2029 berpotensi menjadi periode penting untuk merealisasikan hasil dari akumulasi yang dilakukan selama fase diskon.

Sederhananya:

2026
 → fase koreksi, konsolidasi dan akumulasi

2027
 → potensi perkembangan struktur dan pemulihan momentum

2028–2029
 → proyeksi fase panen besar

Proyeksi tersebut tentu bukan kepastian. Siklus pasar dapat berubah akibat kondisi ekonomi global, likuiditas, kebijakan moneter, regulasi, sentimen investor, maupun faktor fundamental lainnya.

Namun bagi investor yang memiliki horizon investasi panjang, periode koreksi dan konsolidasi dapat memberikan kesempatan untuk membangun posisi sebelum potensi pada siklus ekspansi berikutnya.

Level Penting Bitcoin

$67.000 → batas atas zona sideways
$64.000 → LTFV Bitcoin
$63.500 → MRV Bitcoin
$62.000 → batas bawah zona sideways
$61.000 → support minor dan batas struktural

Selama Bitcoin bertahan di atas $61.000, maka struktur sideways jangka menengah masih relevan.

Apabila $61.000 ditembus, risiko terjadinya koreksi bearish jangka pendek akan meningkat.

Kesimpulan Umum

Pasar kripto saat ini belum menunjukkan momentum bullish continuation yang kuat. Bitcoin masih bergerak sideways, tekanan jual jangka pendek masih mendominasi di setiap kenaikan harga, sementara sebagian besar likuiditas pasar masih parkir berada dalam bentuk stablecoin.

Namun kondisi tersebut tidak harus dipandang semata-mata sebagai ancaman bahaya. Bagi investor jangka panjang, fase sideways dan koreksi dapat menjadi periode akumulasi untuk mempersiapkan diri menghadapi siklus berikutnya.

Area yang menjadi perhatian utama adalah harga di bawah LTFV Bitcoin $64.000 dan LTFV Ethereum $1.900.

Akumulasi dilakukan pada fase ketika pasar memberikan diskon, sedangkan hasil investasi jangka panjang diharapkan berasal dari ekspansi siklus berikutnya.

Dengan asumsi skenario siklus berjalan sesuai proyeksi, 2028–2029 berpotensi menjadi periode panen dari akumulasi yang dibangun sejak fase diskon 2026.

Penulis : Sugeng Prasetyo

Disclaimer : Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi dan berpotensi menimbulkan kerugian. Informasi dalam artikel ini hanya untuk edukasi, bukan saran atau rekomendasi investasi. Penulis dan redaksi TangerangDaily.id tidak bertanggung jawab atas kerugian akibat keputusan investasi berdasarkan artikel ini.

Seluruh proyeksi harga dan periode siklus merupakan skenario analisis, bukan kepastian. Pembaca disarankan melakukan riset mandiri (DYOR) dan mempertimbangkan profil risiko sebelum berinvestasi. Bila diperlukan, konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional. (*)

 

LAINNYA