HIMNI Periode 2026-2031 Bidik Perluasan Pemanfaatan Nuklir di Berbagai Sektor

waktu baca 2 menit
Minggu, 16 Agu 2026 01:09 20 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD – Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) periode 2026-2031 resmi dikukuhkan. Kepengurusan baru di bawah Ketua Umum Djarot Sulistio Wisnubroto membawa misi memperluas pemanfaatan teknologi nuklir di berbagai sektor.

Pengukuhan dan penyampaian program kerja tersebut berlangsung di Aula PT Intergy, TBIC-BRIN. Ia menargetkan teknologi nuklir tidak hanya dikenal di kalangan ilmuwan, tetapi juga semakin dipahami masyarakat luas.

Menurutnya, salah satu tujuan utama HIMNI adalah mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir agar semakin luas di Indonesia.

“Tujuan utama itu bagaimana pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir makin luas di Indonesia. Kedua, kita juga membantu banyak pihak mengenal apa itu nuklir,” kata Djarot. Sabtu, (13/8/2026).

Djarot mengatakan HIMNI juga dapat membantu pemerintah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai teknologi nuklir, terutama ketika muncul kebijakan yang berkaitan dengan pemanfaatannya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, HIMNI akan memperkuat organisasi dengan menambah jumlah anggota dan memperluas keberadaan cabang di berbagai daerah.

“Kita ingin menambah jumlah anggota, menambah jumlah cabang di daerah, dan membuat cabang organisasi anak muda di daerah,” ujarnya.

Saat ini HIMNI telah memiliki cabang di Banten, Jawa Barat, Jakarta, Kalimantan Barat dan Yogyakarta. Organisasi tersebut juga berencana memperluas jaringan ke daerah lain, termasuk Bangka.

Djarot menegaskan, keanggotaan HIMNI terbuka bagi siapa saja yang memiliki ketertarikan terhadap teknologi nuklir. Calon anggota tidak harus berasal dari kalangan ilmuwan atau memiliki latar belakang pendidikan nuklir.

“Pokoknya suka dengan nuklir bisa jadi anggota. Tidak harus seorang profesor atau dokter nuklir,” katanya.

Ia berharap semakin banyak masyarakat, termasuk anak muda, yang memahami teknologi nuklir sehingga persepsi mengenai nuklir tidak hanya dikaitkan dengan persenjataan.

Menurut Djarot, HIMNI justru ingin mendorong pemanfaatan nuklir untuk tujuan damai, seperti kesehatan, pertanian, pangan, lingkungan, industri dan energi.

“Goal-nya tidak hanya PLTN. Bagaimana pemanfaatan teknologi nuklir itu bisa lebih luas,” tuturnya.

Selain itu, teknologi nuklir dapat dimanfaatkan untuk mengukur tingkat polusi serta mendeteksi kerusakan pada benda atau struktur melalui metode uji tak merusak.

Djarot menambahkan bahwa Indonesia sebenarnya telah memiliki banyak sumber daya manusia yang menggunakan teknologi nuklir dalam pekerjaannya. Namun, sebagian belum dikenal sebagai bagian dari komunitas nuklir.

Karena itu, HIMNI periode ini akan berupaya membangun basis anggota yang lebih kuat sekaligus mengajak lebih banyak pemangku kepentingan untuk terlibat.

“Kita ingin menyusun keanggotaan yang kuat, termasuk mengajak banyak pemangku kepentingan yang berpengaruh untuk terlibat atau bisa jadi pengurus atau anggota HIMNI,” pungkasnya. (Idris Ibrahim)

LAINNYA