Cegah Anak Terpapar Judi Online, Pemkot Tangsel Perkuat Edukasi Digital di Sekolah

waktu baca 2 menit
Rabu, 12 Agu 2026 18:48 19 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendorong penguatan edukasi penggunaan teknologi digital secara bijak kepada anak-anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, edukasi tersebut penting diberikan sejak usia sekolah karena anak-anak saat ini tumbuh di tengah era disrupsi teknologi.

Menurut Benyamin, kegiatan tersebut tidak hanya berlangsung dalam satu kegiatan, tetapi terdiri dari tiga rangkaian yang memiliki tujuan sama, yakni memberikan pendidikan, pelatihan, dan pengajaran kepada anak-anak mengenai penggunaan teknologi digital secara bijak.

“Hari ini Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengadakan tambahan pelajaran, khususnya di SD Cirendeu 3. Ini bukan satu hari, bukan satu kegiatan, ada tiga rangkaian kegiatan,” kata Benyamin. Rabu, (12/8/2026).

Ia menilai kolaborasi antara Pemkot Tangsel dan PPATK menjadi langkah positif untuk memperkuat pemahaman anak-anak dalam menghadapi perkembangan teknologi.

“Intinya adalah memberikan pendidikan dan pelatihan, pengajaran kepada anak-anak tentang bijak menggunakan digital. Ini menjadi penting karena mereka berada di era disrupsi teknologi saat ini,” ujarnya.

Benyamin berharap kerja sama tersebut dapat terus dikembangkan di Kota Tangsel. Menurutnya, edukasi mengenai penggunaan teknologi tidak cukup hanya dilakukan melalui pembelajaran di sekolah.

Ia menggambarkan pembagian peran tersebut sebagai tiga bagian yang harus berjalan seimbang, yakni sekolah, rumah, dan lingkungan.

“Tadi sepertiga bagian di sekolah, sepertiga bagian di rumah, sepertiga bagian lainnya di lingkungan. Ini yang harus kita seimbangkan,” ujarnya.

Kepala Disdikbud Tangsel Deden Deni mengatakan, edukasi tersebut penting diberikan sejak dini agar anak memahami risiko penggunaan teknologi secara tidak bijak. Terlebih, anak-anak saat ini semakin dekat dengan berbagai permainan digital.

Menurut Deden, paparan judi online tidak selalu datang secara langsung. Anak-anak bisa mulai mengenalnya melalui permainan yang memiliki sistem pembayaran, pembelian kuota, hingga perolehan poin yang dapat diperjualbelikan.

“Main game yang kadang-kadang berbayar, beli kuota terus juga dapat poin, poinnya bisa dijual. Itu kan secara tidak langsung mereka sudah diracuni dengan gejala-gejalanya judi online,” ujar Deden.

Selain edukasi digital, DWP-PPATK turut memberikan bantuan sekitar 1.600 buku untuk meningkatkan minat baca siswa. Deden berharap buku-buku tersebut dapat menjadi alternatif kegiatan positif di tengah tingginya ketertarikan anak terhadap permainan digital.

“Ini mencoba menaikkan minat baca siswa-siswi. Di tengah anak-anak lebih fokus ke game yang kita tidak bisa mengontrol isinya, aksesnya, maka mengajak anak-anak supaya kembali ke buku-buku,” pungkasnya. (Idris Ibrahim)

LAINNYA