Koalisi Aktivis Lingkungan Tangerang Tanam Ribuan Bibit Mangrove di Teluknaga

waktu baca 2 menit
Selasa, 28 Jul 2026 13:54 29 Nazwa

TANGERANG | TD — Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) menanam ribuan bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Muara, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Selasa (28/7/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk komitmen dalam menjaga kelestarian pesisir utara Tangerang sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim dan pencegahan abrasi.

Kegiatan yang rutin digelar itu menjadi bagian dari gerakan restorasi ekosistem pesisir. Selain berfungsi sebagai benteng alami penahan gelombang laut, mangrove juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan menjadi habitat berbagai biota pesisir.

Koordinator Kalung, Ade Yunus, mengatakan mangrove memiliki fungsi strategis sebagai natural sea wall atau tanggul laut alami yang mampu meredam energi gelombang, menahan abrasi, serta membantu memulihkan ekosistem pesisir.

“Ikhtiar menjaga dan melindungi wilayah pesisir salah satunya dilakukan melalui penanaman mangrove secara rutin. Mangrove membantu menstabilkan tanah pesisir dengan menjebak sedimen organik secara alami. Akar mangrove yang rapat mampu mengikat lumpur dan pasir di sepanjang garis pantai sehingga tidak mudah terkikis air laut,” ujarnya.

Menurut Ade, keberadaan hutan mangrove juga menjadi ruang hidup bagi beragam flora dan fauna, termasuk ikan, kepiting, dan burung air yang bergantung pada ekosistem pesisir.

“Dalam konteks mitigasi perubahan iklim, perlindungan mangrove merupakan strategi yang sangat efisien. Dengan luas yang jauh lebih kecil dibandingkan hutan daratan, mangrove memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap penyimpanan karbon global,” katanya.

Ia menegaskan, kerusakan mangrove tidak hanya menghilangkan fungsi perlindungan pantai, tetapi juga berpotensi melepaskan cadangan karbon yang telah tersimpan selama ratusan tahun.

“Melindungi dan merestorasi mangrove bukan sekadar upaya konservasi lingkungan pesisir, melainkan langkah konkret untuk menjaga stabilitas iklim global. Di tengah krisis iklim saat ini, mangrove bukan lagi ekosistem pinggiran, melainkan salah satu kunci solusi,” tegasnya.

Sementara itu, Pengelola Kawasan Hutan Mangrove Desa Muara, H. Supriyatno, mengapresiasi kepedulian para aktivis lingkungan yang ikut berpartisipasi dalam pelestarian hutan mangrove di pesisir utara Kabupaten Tangerang.

“Kini kami merasa tidak sendiri. Kawan-kawan aktivis dan pegiat lingkungan memberikan perhatian terhadap keberlangsungan hutan mangrove. Kami terharu karena selama puluhan tahun menanam, merawat, dan melestarikan kawasan hutan mangrove ini secara mandiri. Bersama-sama, kami berkomitmen menjaga keberlanjutan hutan mangrove di kawasan Desa Muara,” tuturnya.

Aksi penanaman ribuan bibit mangrove tersebut juga diikuti personel Polsek Teluknaga, Polres Metro Tangerang Kota sebagai bentuk sinergi antara masyarakat, pegiat lingkungan, dan aparat dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir utara Tangerang. (*)

LAINNYA