Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid membuka Jambore Koperasi Harkopnas ke-79 sekaligus menyampaikan sambutan terkait pentingnya regenerasi koperasi melalui keterlibatan generasi muda di Kabupaten Tangerang. (Foto: Ist) TANGERANG | TD — Pemerintah Kabupaten Tangerang mendorong keterlibatan generasi muda dalam perkembangan gerakan koperasi melalui Jambore Koperasi Tingkat Kabupaten Tangerang dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79.
Melalui kegiatan yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang di Bumi Perkemahan Kitribhakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (23/07/2026), pemerintah daerah berupaya mengenalkan koperasi kepada generasi Z (Gen Z) dan milenial sebagai bagian dari strategi regenerasi koperasi di masa depan.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah, mengatakan keterlibatan generasi muda menjadi salah satu fokus dalam peringatan Harkopnas tahun ini. Menurutnya, koperasi perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman agar mampu menarik minat generasi baru.
“Hari ini, 23 Juli 2026, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro melaksanakan Peringatan Hari Koperasi Nasional tingkat Kabupaten Tangerang melalui Jambore Koperasi. Tujuannya sebagai ajang silaturahmi dan sharing wawasan maupun pengalaman antara koperasi existing dengan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih,” ujar Anna.
Selain mempertemukan pengurus koperasi yang telah lama berdiri dengan koperasi desa/kelurahan yang baru terbentuk, kegiatan tersebut juga menghadirkan berbagai aktivitas edukatif untuk memperkenalkan nilai-nilai koperasi kepada kalangan pelajar dan mahasiswa.
“Kami juga berupaya mensosialisasikan perkoperasian kepada Gen Z dan milenial dengan mengadakan Lomba Cerdas Cermat tingkat SMA/SMK dan Perguruan Tinggi, serta Lomba Paduan Suara lagu-lagu koperasi se-Kabupaten Tangerang,” jelasnya.
Anna menjelaskan, generasi muda memiliki peran penting dalam keberlangsungan koperasi karena mereka merupakan calon penggerak ekonomi di masa mendatang. Dengan pemahaman sejak dini, koperasi diharapkan tidak hanya dipandang sebagai lembaga ekonomi konvensional, tetapi juga sebagai wadah usaha yang mampu berkembang secara inovatif.
“Harapan kami, dengan Jambore Koperasi ini dapat meningkatkan kualitas koperasi di Kabupaten Tangerang menjadi koperasi yang mandiri, tangguh, berkelanjutan, berdaya saing, dan sehat,” katanya.
Dalam pelaksanaan Jambore Koperasi tersebut, sebanyak 350 peserta dari berbagai unsur koperasi turut berpartisipasi. Tidak hanya mengikuti rangkaian kegiatan kebersamaan, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk bertukar pengalaman dan memperluas jaringan antaranggota koperasi.
Menariknya, konsep kegiatan dirancang dengan pendekatan kolaboratif, di mana pengurus koperasi existing dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ditempatkan bersama dalam satu tenda. Melalui konsep tersebut, peserta dapat saling mengenal dan membangun komunikasi untuk memperkuat gerakan koperasi di Kabupaten Tangerang.
Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan tersebut menjadi langkah strategis agar koperasi mampu menghadapi tantangan zaman, termasuk perkembangan teknologi digital dan perubahan pola ekonomi masyarakat.
Pemkab Tangerang berharap, melalui pengenalan koperasi sejak dini kepada Gen Z dan milenial, akan lahir generasi baru yang mampu membawa koperasi menjadi lebih modern, kreatif, dan tetap relevan sebagai penggerak ekonomi masyarakat. (*)