KPA Kabupaten Tangerang Edukasi Ribuan Siswa Baru soal Kespro, HIV, dan Bahaya NAPZA saat MPLS

waktu baca 3 menit
Jumat, 17 Jul 2026 16:30 26 Nazwa

TANGERANG | TD — Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tangerang bersama Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten mengedukasi ribuan siswa baru SMA/SMK sederajat mengenai kesehatan reproduksi (Kespro), pencegahan HIV/AIDS, dan bahaya penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, serta Zat Adiktif (NAPZA) dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.

Program edukasi yang digelar di sejumlah sekolah di Kabupaten Tangerang itu menjadi langkah preventif untuk membekali peserta didik sejak hari pertama sekolah agar terhindar dari berbagai perilaku berisiko yang dapat mengancam kesehatan dan masa depan mereka.

Koordinator Program KPA Kabupaten Tangerang, Eko Darmawan, mengatakan masa peralihan dari jenjang SMP ke SMA/SMK merupakan fase penting dalam pembentukan karakter remaja. Karena itu, pemberian edukasi sejak awal dinilai menjadi investasi penting bagi lahirnya generasi yang sehat dan bertanggung jawab.

“Kami tidak ingin anak-anak kita terjebak dalam ketidaktahuan. Edukasi mengenai kesehatan reproduksi yang benar, pemahaman yang tepat tentang penularan HIV, serta ketegasan untuk menjauhi NAPZA merupakan bekal penting agar mereka mampu menjaga diri selama menempuh pendidikan,” ujar Eko, Jumat (17/7/2026).

KCD Pendidikan Wilayah Kabupaten Tangerang mendukung penuh pelaksanaan program tersebut dengan mendorong seluruh SMA dan SMK di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Banten menjadikan edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan HIV/AIDS, dan bahaya NAPZA sebagai bagian dari agenda MPLS.

Pada Kamis (16/7/2026), sosialisasi dilaksanakan secara serentak di empat sekolah, yakni SMA Negeri 31 Kabupaten Tangerang, SMA Negeri 8 Kabupaten Tangerang, SMK Negeri 5 Kabupaten Tangerang, dan SMK Negeri 6 Kabupaten Tangerang.

Dalam kegiatan tersebut, tim penyuluh KPA Kabupaten Tangerang menyampaikan materi mengenai kesehatan reproduksi remaja, perubahan fisik dan psikologis pada masa pubertas, serta pentingnya menjaga perilaku sehat untuk mencegah berbagai risiko kesehatan.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai HIV/AIDS, meliputi cara penularan, upaya pencegahan, serta pentingnya menghilangkan stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). Materi pencegahan disampaikan melalui pendekatan ABCD-E, yaitu Abstinence, Be Faithful, Condom, No Drugs, dan Education.

Selain itu, siswa dibekali pengetahuan mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA, mulai dari dampak terhadap kesehatan, ancaman sanksi hukum, hingga risiko penularan HIV akibat penggunaan jarum suntik secara bergantian.

Seluruh materi dikemas secara interaktif agar mudah dipahami oleh peserta didik dan mampu mendorong mereka mengambil keputusan yang sehat serta bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui program edukasi ini, KPA Kabupaten Tangerang berharap para siswa memiliki pemahaman yang benar tentang kesehatan reproduksi, mampu menjauhi penyalahgunaan narkoba, serta berperan aktif dalam mencegah penyebaran HIV/AIDS. Program go to school juga akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menekan kasus baru HIV dan penyalahgunaan NAPZA di kalangan remaja di Kabupaten Tangerang. (*)

LAINNYA