KRIPTO | TD – Setelah mengalami tekanan jual selama hampir dua bulan, Bitcoin akhirnya menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang cukup meyakinkan. Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia ini berhasil memantul tajam dari titik terendahnya dan mulai membangun pondasi baru menuju fase pemulihan jangka menengah. Pergerakan tersebut menjadi perhatian para pelaku pasar karena terjadi setelah fase koreksi yang cukup dalam, di tengah aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan oleh investor besar pada periode sebelumnya.
Rally Signifikan Berakhir dengan Koreksi Besar
Bitcoin sebelumnya mencatatkan kenaikan yang sangat impresif dari sekitar US$60.000 pada 6 Februari 2026 hingga mencapai US$82.850 pada 6 Mei 2026. Kenaikan hampir 38% tersebut mendorong banyak investor institusi, smart money, serta korporasi pemegang ETF Bitcoin untuk mulai merealisasikan keuntungan mereka. Aksi profit taking secara bertahap inilah yang kemudian memicu tekanan jual beruntun sehingga harga Bitcoin mengalami koreksi bertahap hingga -30,25% selama hampir dua bulan lamanya.
Tekanan jual tersebut mencapai puncaknya pada tanggal 1 Juli 2026, ketika Bitcoin sempat menyentuh level US$57.750, yang menjadi titik terendah terbaru dalam fase koreksi kali ini. Namun pasar kemudian memberikan respons yang sangat cepat. Hanya dalam waktu tiga hari, Bitcoin berhasil melonjak sekitar 8% sehingga pada 4 Juli 2026 harga kembali diperdagangkan di kisaran US$62.500. Rebound cepat ini menunjukkan bahwa minat beli mulai kembali muncul di area harga bawah.
Whale Melakukan Akumulasi Besar
Data dari CryptoQuant menunjukkan aktivitas on-chain yang cukup menarik ketika harga Bitcoin turun ke bawah $59.000. Pada zona tersebut, para whale atau investor dengan kapasitas modal yang sangat besar mulai melakukan akumulasi secara agresif.
Diperkirakan sekitar 270.000 BTC berhasil diserap oleh kelompok investor besar di area harga tersebut. Aktivitas pembelian dalam jumlah besar ini mengindikasikan bahwa kawasan di bawah $59.000 dipandang sebagai salah satu zona nilai (value area) yang sangat menarik oleh pelaku pasar berskala institusional.
Meskipun data akumulasi tidak dapat memastikan arah harga di masa depan, namun aktivitas seperti ini seringkali menjadi salah satu indikator yang perlu untuk diamati untuk melihat perubahan keseimbangan antara tekanan jual dan minat beli.
Indikator Teknikal Mulai Berbalik Positif
Dari sisi analisis teknikal, indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence) Time Frame 2 Hari (2D) telah membentuk bullish crossover pada 4 Juli 2026.
Dalam banyak pendekatan analisis teknikal, kondisi tersebut sering diinterpretasikan sebagai sinyal awal bahwa momentum bearish mulai melemah dan terdapat peluang transisi menuju fase pemulihan.
Namun demikian, indikator MACD Time Frame Bulanan masih berada pada area negatif. Kondisi ini menunjukkan bahwa momentum bullish yang sedang berkembang saat ini masih lebih tepat dipandang sebagai pemulihan jangka menengah, sementara konfirmasi perubahan siklus jangka panjang masih memerlukan perkembangan lebih lanjut.
Peluang Menuju Area US$75.000–US$80.000
Apabila momentum positif tetap terjaga, maka Bitcoin berpotensi melanjutkan kenaikan kembali menuju area US$75.000–US$80.000 sebagai target teknikal jangka menengah. Skenario tersebut tentu masih bergantung pada berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga bank sentral, arus dana ke ETF Bitcoin, hingga sentimen pasar aset digital secara keseluruhan. Apabila tekanan beli melemah sebelum mencapai target tersebut, Bitcoin tetap berpotensi mengalami fase konsolidasi atau koreksi kembali.
Prospek Hingga Akhir Tahun
Dengan mempertimbangkan struktur teknikal saat ini, fase penguatan diperkirakan masih memiliki ruang ekspansi hingga sekitar Bulan September 2026 apabila momentum bullish tetap terjaga. Setelah periode tersebut, investor perlu mencermati kemungkinan meningkatnya aksi ambil untung kolektif yang dapat memicu koreksi lanjutan pada kuartal ke-4. Salah satu area yang berpotensi untuk kembali diuji adalah kawasan support psikologis sebelumnya, yaitu zona $60.000, meskipun arah pasar akan sangat bergantung pada perkembangan fundamental dan sentimen global pada saat itu.
Strategi Investor
Bagi investor yang berorientasi pada jangka menengah, area harga di bawah $64.000 dapat dipertimbangkan sebagai salah satu zona akumulasi apabila sesuai dengan profil risiko masing-masing. Sementara itu target pengambilan keuntungan dapat disesuaikan apabila harga berhasil mendekati kawasan $75.000–$80.000.
Adapun bagi investor jangka panjang, pendekatan buy and hold masih menjadi strategi yang banyak dipilih dengan fokus pada perkembangan siklus Bitcoin dalam beberapa tahun mendatang. Namun setiap keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan kondisi pasar dan manajemen risiko secara disiplin.
Penulis : Sugeng Prasetyo.
Disclaimer: Perdagangan maupun investasi aset kripto mengandung risiko tinggi, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasi. Informasi yang disampaikan dalam artikel ini bertujuan sebagai bahan edukasi dan informasi semata, serta tidak dapat dijadikan sebagai rekomendasi atau nasihat investasi. Penulis dan redaksi TangerangDaily.id tidak bertanggung jawab atas segala risiko maupun kerugian yang mungkin timbul akibat keputusan investasi yang didasarkan pada isi artikel ini. Pembaca dianjurkan untuk melakukan analisis dan riset secara menyeluruh, serta berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang berkompeten sebelum mengambil keputusan investasi. (*)