IBLAM dan Pemkot Tangsel Bersinergi, Hibahkan Ribuan Bibit Pohon dan Beasiswa bagi Putra Daerah

waktu baca 2 menit
Selasa, 30 Jun 2026 22:34 44 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggandeng Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) IBLAM Jakarta dalam program penghijauan dan pengembangan sumber daya manusia.

Melalui kerja sama tersebut, IBLAM menghibahkan 2.300 bibit pohon serta memberikan lima beasiswa penuh bagi putra-putri terbaik asal Tangsel.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, hibah ribuan bibit pohon akan difokuskan untuk penghijauan di Kecamatan Serpong Utara.

Adapun bibit yang diserahkan terdiri dari berbagai tanaman buah dan pohon pelindung, seperti pete, jengkol, durian, jambu, alpukat, nangka, hingga sengon.

“Ini menjadi kerja sama yang sangat baik. Selain hibah 2.300 bibit pohon, IBLAM juga memberikan lima beasiswa bagi calon mahasiswa hukum dari Tangsel. Di tengah kondisi cuaca yang semakin panas, penghijauan menjadi langkah penting untuk mewujudkan Tangsel yang lebih hijau,” ujar Benyamin. Selasa, (30/6/2026).

Ia menjelaskan, seluruh bibit akan didistribusikan ke tujuh kelurahan di Kecamatan Serpong Utara. Penanaman dan pemeliharaannya akan melibatkan pihak kelurahan bersama RT dan RW agar pohon dapat tumbuh dengan baik dan memberi manfaat bagi lingkungan.

Sementara itu, Ketua Yayasan IBLAM Rahmat Dwi Putranto mengatakan program tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-33 IBLAM yang diperingati pada 12 Juli 2026.

Menurut Rahmat, Tangsel dipilih karena merupakan daerah yang berkembang pesat dan memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

“lima beasiswa yang diberikan merupakan beasiswa penuh jenjang S1 bagi putra-putri terbaik asal Tangsel,” jelasnya.

Kemudian proses seleksi akan dilakukan berdasarkan rekomendasi Pemerintah Kota Tangsel dengan mempertimbangkan prestasi akademik maupun nonakademik.

“Beasiswa diberikan sampai lulus dengan syarat penerima mampu mempertahankan IPK minimal 3,0. Kalau di bawah itu tentu akan kami evaluasi,” tutupnya. (*)

LAINNYA