Dengar Keluhan Warga dan Guru Honorer, Abraham Garuda Laksono Langsung Bergerak

waktu baca 3 menit
Rabu, 17 Jun 2026 21:44 185 Redaksi

TANGERANG | TD — Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PDI Perjuangan, Abraham Garuda Laksono, langsung merespons berbagai keluhan masyarakat, khususnya terkait keterlambatan pembayaran honor guru honorer, saat menggelar Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 di Rumah Budaya Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Babakan Bonang, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan yang dihadiri ratusan tokoh masyarakat dan perwakilan warga dari tujuh RT di RW 31 Dasana Indah tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara masyarakat dan wakil rakyat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Legislator muda yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten itu saat ini bertugas di Komisi V DPRD Provinsi Banten yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, berbagai aspirasi yang disampaikan warga menjadi perhatian serius untuk segera diperjuangkan.

Dalam sambutannya, Abraham menegaskan bahwa politik harus hadir sebagai solusi atas kebutuhan masyarakat, bukan sekadar aktivitas di ruang birokrasi maupun parlemen.

“Reses adalah momentum bagi kami untuk mendengar langsung suara rakyat. Tugas wakil rakyat bukan hanya membuat kebijakan, tetapi memastikan setiap aspirasi masyarakat mendapatkan perhatian dan diperjuangkan hingga memperoleh solusi,” ujar Abraham.

Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah persoalan strategis, mulai dari keterlambatan pembayaran honor guru honorer Program Sekolah Gratis, usulan pembangunan SMP Negeri di Bojong Nangka, pelatihan keterampilan bagi generasi muda, persoalan data kesejahteraan sosial, hingga kebutuhan sarana Posyandu.

Keluhan mengenai honor guru honorer yang belum dibayarkan selama lima bulan menjadi salah satu isu yang paling mendapat perhatian. Menanggapi persoalan tersebut, Abraham langsung berkomunikasi dengan jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Banten di hadapan peserta reses sebagai bentuk keseriusannya dalam mengawal penyelesaian masalah tersebut.

Langkah cepat yang dilakukan Abraham mendapat apresiasi dari warga. Mereka menilai forum reses kali ini tidak hanya menjadi wadah penyampaian aspirasi, tetapi juga menghadirkan upaya nyata untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurut Abraham, sektor pendidikan merupakan fondasi penting dalam pembangunan daerah yang harus menjadi perhatian bersama seluruh pemangku kepentingan.

Selain persoalan guru honorer, warga juga mengusulkan pembangunan SMP Negeri di wilayah Bojong Nangka guna memenuhi kebutuhan akses pendidikan yang terus meningkat. Menanggapi usulan itu, Abraham menjelaskan bahwa pembangunan sekolah negeri memerlukan tahapan perencanaan yang matang, termasuk ketersediaan lahan dan dukungan anggaran. Meski demikian, ia memastikan aspirasi tersebut akan terus diperjuangkan.

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Abraham juga menyatakan komitmennya untuk mendorong program pelatihan dan kursus bagi generasi muda agar memiliki keterampilan yang lebih kompetitif dalam menghadapi tantangan masa depan.

Pada kesempatan tersebut, warga turut menyampaikan apresiasi atas berbagai program dan bantuan yang selama ini telah dirasakan masyarakat RW 31. Hubungan yang terjalin antara masyarakat dan Abraham dinilai menunjukkan pentingnya komunikasi yang kuat antara rakyat dan wakil rakyat.

Melalui kegiatan reses ini, Abraham Garuda Laksono kembali menegaskan bahwa perjuangan politik harus diwujudkan melalui kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Politik yang kami jalankan adalah politik yang mendengar, bekerja, dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Setiap aspirasi yang disampaikan hari ini akan menjadi bagian dari agenda perjuangan kami di DPRD Provinsi Banten,” tegas Abraham. (*)

LAINNYA