Di Tengah Ketegangan Geopolitik Global, MUI Dorong Penguatan Dialog Antar Peradaban

waktu baca 2 menit
Rabu, 10 Jun 2026 22:19 40 Redaksi

JAKARTA | TD – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong penguatan dialog antar peradaban sebagai upaya merespons meningkatnya ketegangan geopolitik global, konflik kemanusiaan, serta tantangan hubungan antarnegara yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Dialog Antar Peradaban Internasional yang diselenggarakan MUI bekerja sama dengan DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara V DPR RI, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, mengatakan dunia saat ini membutuhkan ruang dialog yang lebih kuat, terbuka, dan inklusif untuk membangun saling pengertian di tengah berbagai dinamika global.

Menurutnya, meningkatnya konflik geopolitik, krisis kemanusiaan, serta melemahnya komunikasi antarnegara menuntut hadirnya mekanisme dialog yang mampu menjembatani perbedaan sekaligus mendorong kerja sama internasional yang lebih konstruktif.

“Dialog antar peradaban harus terus diperkuat sebagai sarana membangun saling pengertian, memperkuat kepercayaan, dan mencari solusi bersama atas berbagai persoalan global yang mengancam perdamaian dunia,” kata Sudarnoto.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki posisi strategis untuk berperan sebagai jembatan peradaban dunia melalui nilai-nilai moderasi, toleransi, dan hidup berdampingan secara damai yang telah lama menjadi karakter bangsa.

Dialog Antar Peradaban Internasional digelar dalam rangka memperingati Hari Dialog Antar Peradaban Internasional. Forum tersebut mempertemukan tokoh nasional, pemimpin agama, akademisi, diplomat, serta perwakilan negara sahabat guna memperkuat komitmen bersama dalam membangun dunia yang damai, adil, dan berkeadaban.

Dalam forum tersebut, para peserta menyoroti pentingnya komunikasi dan kerja sama lintas bangsa, agama, serta budaya sebagai instrumen utama dalam mencegah konflik dan menciptakan perdamaian dunia yang berkelanjutan. Berbagai pandangan dan pengalaman mengenai tantangan global yang dihadapi masyarakat internasional turut menjadi bagian dari pembahasan.

Forum internasional itu juga menghasilkan seruan bersama yang menegaskan pentingnya memperkuat solidaritas global, menolak segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan intoleransi, serta mendorong penyelesaian konflik melalui diplomasi, dialog konstruktif, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal.

Melalui penyelenggaraan dialog tersebut, MUI berharap Indonesia dapat terus memainkan peran aktif sebagai pelopor dialog dan kerja sama lintas peradaban dalam upaya mewujudkan tatanan dunia yang lebih damai, harmonis, dan berkeadilan bagi seluruh umat manusia. (Ril)

LAINNYA