Seminar Safety Riding Awareness di SMKN 4 Kota Serang berlangsung sukses. Mahasiswa Untirta bersama Jasa Raharja, Satlantas Polresta Serang Kota, dan pihak sekolah berkomitmen menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda. (Foto: Ist) SERANG | TD — Mahasiswa Kelompok 2 Mata Kuliah Manajemen Event Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar seminar bertajuk “Safety Riding Awareness: Generasi Muda Tertib Berlalu Lintas” di SMKN 4 Kota Serang, Senin (25/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Curug, Kota Serang ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik sekaligus upaya meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara di kalangan pelajar.
Seminar tersebut terselenggara atas dukungan dan sponsorship dari Jasa Raharja. Hadir dalam kegiatan itu perwakilan Jasa Raharja, Denny Prayudha dan Dwi Ria Nugraha, pihak SMKN 4 Kota Serang Anton Santosa, serta Kanit Kamsel Satlantas Polresta Serang Kota, Ipda Rudy Supriady.
Kegiatan diikuti siswa-siswi berprestasi dan aktif organisasi yang tampak antusias mengikuti rangkaian edukasi keselamatan berlalu lintas. Para peserta mendapatkan materi mengenai aturan lalu lintas, etika berkendara, hingga risiko pelanggaran yang dapat menyebabkan kecelakaan.
Dalam pemaparannya, Ipda Rudy Supriady menekankan pentingnya kesadaran dan disiplin berkendara sejak usia muda. Selain sesi seminar, kegiatan juga dilengkapi praktik berkendara aman yang memberikan pemahaman langsung mengenai teknik dasar berkendara, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta pentingnya kewaspadaan di jalan raya.
Perwakilan Jasa Raharja, Dwi Ria Nugraha, turut memberikan edukasi terkait peran dan fungsi Jasa Raharja di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Jasa Raharja sebagai badan usaha milik negara memiliki tanggung jawab memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas.
“Masih banyak pelajar yang belum memahami peran Jasa Raharja. Kami hadir untuk memberikan edukasi bahwa negara, melalui Jasa Raharja, menyediakan jaminan santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas sesuai ke
tentuan yang berlaku,” ujar Dwi Ria Nugraha.Ketua pelaksana dari Kelompok 2 Manajemen Event menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kolaborasi antara mahasiswa, institusi pendidikan, dan instansi terkait dapat terus terjalin dalam menciptakan generasi muda yang sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Sementara itu, dosen pengampu mata kuliah, Khairun Nisa, mengatakan kegiatan ini merupakan implementasi nyata pembelajaran berbasis proyek.
“Mahasiswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga mampu merancang, mengelola, dan mengeksekusi sebuah event yang memberikan dampak sosial,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan semakin sadar dan disiplin dalam berlalu lintas serta mampu menjadi pelopor keselamatan di lingkungan sekitarnya. Kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, kepolisian, dan Jasa Raharja juga diharapkan dapat mendorong terciptanya budaya tertib berlalu lintas sekaligus membantu menekan angka kecelakaan di jalan raya. (Ril)