Banten Jadi Provinsi dengan Digitalisasi Tertinggi, Tangsel Borong Dua Penghargaan dari BI

waktu baca 2 menit
Sabtu, 23 Mei 2026 15:09 19 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD — Gubernur Banten, Andra Soni, menghadiri pembukaan Festival Digital Jawara dan Syariah Festival Provinsi Banten 2026 yang oleh Bank Indonesia Perwakilan Banten, Jumat (22/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Andra menyoroti pertumbuhan digitalisasi keuangan dan ekonomi syariah di Provinsi Banten yang dinilai terus menunjukkan perkembangan positif.

“Provinsi Banten menjadi salah satu daerah di Indonesia dengan tingkat digitalisasi tertinggi. Ini tentu sesuatu yang membanggakan,” ujarnya.

Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan layanan transaksi digital, serta upaya pemerintah daerah dalam memperluas ekosistem digital di masing-masing wilayah.

Andra berharap perkembangan digitalisasi tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau seluruh wilayah di Provinsi Banten.

“Memang pasar terbesar saat ini ada di daerah perkotaan, tetapi kita berharap seluruh pemerintah daerah semakin meningkatkan transaksi digital,” katanya.

Menurutnya, transaksi digital memberikan banyak manfaat karena mampu mempermudah dan mempercepat pelayanan, baik bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Banten juga akan terus memperkuat kolaborasi dengan Bank Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital dan syariah di daerah.

“Tadi juga ada beberapa daerah yang mendapatkan penghargaan. Artinya ada progres yang mereka lakukan terhadap peningkatan digitalisasi ini,” pungkasnya.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyebut Tangsel berhasil membawa pulang dua penghargaan dari Bank Indonesia.

Pilar mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemkot Tangsel untuk terus memperkuat layanan digital melalui Bapenda dan seluruh OPD. Bahkan, menurutnya, Gubernur Banten menyebut P2DD Tangsel sebagai yang terbaik di tingkat nasional.

“Prestasi ini harus dipertahankan dengan inovasi yang terus berkembang agar Tangsel tidak tertinggal dari daerah lain,” ujar Pilar.

Ia juga mengungkapkan bahwa Tangsel mulai mengembangkan inovasi pembayaran PBB menggunakan sistem kripto. Langkah itu dinilai dapat membuat layanan pembayaran semakin cepat, mudah, transparan, dan berdampak pada peningkatan pendapatan daerah.

Selain digitalisasi, Pilar turut menyoroti potensi besar ekonomi syariah di Tangsel. Dengan moto “Cerdas, Modern, Religius”, Pemkot Tangsel ingin mendorong pengembangan ekonomi halal tidak hanya di sektor UMKM, tetapi juga hingga sektor usaha menengah dan besar.

“Kesadaran masyarakat terhadap ekonomi berbasis syariat Islam semakin meningkat. Ini peluang besar yang harus didorong bersama,” tutupnya. (Idris Ibrahim)

LAINNYA