Kemkomdigi Ajak Pelajar SMPN 25 Tangerang Bijak Gunakan Internet di Era Digital

waktu baca 3 menit
Jumat, 22 Mei 2026 14:06 23 Nazwa

KOTA TANGERANG | TD — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengajak para pelajar memanfaatkan internet secara bijak, aman, dan sehat di tengah derasnya perkembangan teknologi digital yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Forum Sahabat Tunas bertema “Aman di Dunia Maya, Sehat di Dunia Nyata” yang digelar di SMPN 25 Kota Tangerang, Banten, Kamis (21/5/2026).

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, mengatakan generasi muda saat ini tumbuh di era digital yang membuat hampir seluruh aktivitas mereka terhubung dengan internet, mulai dari belajar, bermain, hingga bersosialisasi.

Menurutnya, kondisi tersebut harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital agar anak-anak tidak mudah terpapar dampak negatif ruang siber.

“Internet itu bagai sebuah jalan yang sangat besar. Jangan sampai kita tersesat atau mengambil jalan yang salah. Jadi bagaimana kita memanfaatkan internet secara bijak, mari kita sama-sama pelajari,” ujar Fifi di hadapan ratusan pelajar.

Ia menegaskan, internet sejatinya dapat menjadi sarana positif untuk belajar, mencari informasi, hingga mengembangkan kreativitas apabila digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.

Karena itu, Kemkomdigi mendorong para pelajar menjadi generasi yang cerdas bermedia digital sekaligus mampu menyebarkan semangat literasi digital kepada lingkungan sekitarnya.

“Adik-adik juga bisa menjadi duta internet sehat bagi teman-temannya. Gunakan media sosial untuk hal-hal positif dan jangan mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar,” katanya.

Selain edukasi literasi digital, Forum Sahabat Tunas juga menghadirkan pembahasan mengenai kesehatan anak di era penggunaan gadget yang semakin masif.

Dokter Anak dan Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, Tuty Herawaty, mengingatkan penggunaan gawai secara berlebihan dapat berdampak terhadap kesehatan fisik maupun kemampuan belajar anak.

Menurutnya, anak-anak yang terlalu lama menggunakan gadget cenderung mengalami penurunan fokus belajar, mudah bosan, hingga kesulitan memahami informasi panjang.

“Akibatnya fokus belajar terganggu, sulit memahami kalimat panjang, gampang bosan, dan prestasi belajar bisa menurun,” ujarnya.

Ia juga menyoroti risiko lain di ruang digital seperti perundungan siber, penipuan digital, hingga paparan konten yang tidak sesuai usia akibat algoritma media sosial.

Karena itu, Tuty mendorong para pelajar untuk tetap aktif melakukan aktivitas fisik, memperbanyak interaksi sosial di dunia nyata, serta membatasi penggunaan gadget terutama menjelang waktu tidur.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengatakan literasi digital menjadi bekal penting bagi anak-anak dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Menurutnya, tantangan digital saat ini tidak hanya berkaitan dengan kecanduan gawai, tetapi juga ancaman perundungan siber hingga menurunnya interaksi sosial anak.

“Literasi digital menjadi sangat penting agar anak-anak mampu menggunakan teknologi secara bijak, aman, sehat, dan bertanggung jawab,” kata Sachrudin.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat lingkungan ramah anak melalui pembangunan ruang publik, taman bermain, serta penguatan pusat pembelajaran keluarga sebagai ruang edukasi dan perlindungan anak.

Sachrudin pun mengajak para pelajar memanfaatkan internet untuk kegiatan positif seperti belajar, berkarya, dan meraih cita-cita.

“Jadilah generasi yang bijak bermedia sosial, berani berkata tidak pada konten negatif, tidak melakukan perundungan di dunia maya, serta tetap menjaga sopan santun dalam setiap interaksi digital,” tuturnya.

Forum Sahabat Tunas diharapkan menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan ramah bagi anak-anak Indonesia. (*)

LAINNYA