OPINI | TD — Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, banyak orang mengalami kegelisahan, overthinking, dan tekanan batin yang tidak mudah dijelaskan. Kemajuan teknologi memang memudahkan aktivitas manusia, tetapi tidak selalu menghadirkan ketenangan jiwa. Tidak sedikit orang yang memiliki harta, jabatan, dan popularitas, namun tetap merasa kosong di dalam hatinya.
Islam memberikan jalan sederhana, tetapi sangat mendalam, untuk memperoleh ketenteraman hidup, yaitu dengan memperbanyak mengingat Allah SWT. Dzikir bukan sekadar melafalkan tasbih, tahmid, atau tahlil, melainkan juga mencakup membaca Al-Qur’an, menjaga shalat, berdoa, serta melakukan amal saleh dalam kehidupan sehari-hari.
Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28:
اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
Ayat tersebut menegaskan bahwa ketenangan sejati bukan berasal dari dunia, melainkan dari kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya. Kegelisahan sering kali muncul ketika manusia terlalu menggantungkan harapan pada urusan duniawi. Saat kenyataan tidak sesuai dengan keinginan, hati menjadi mudah kecewa, cemas, bahkan putus asa.
Dalam pandangan Islam, hati manusia membutuhkan “makanan rohani” berupa iman dan dzikir. Tanpa keduanya, jiwa akan terasa hampa meskipun seseorang memiliki banyak kesenangan dunia. Sebaliknya, ketika hati dipenuhi dengan mengingat Allah, seseorang akan lebih kuat menghadapi ujian hidup dan lebih mampu menerima keadaan dengan lapang dada.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar hati menjadi lebih tenang dan penuh keberkahan.
1. Mendekatkan Diri kepada Allah
Menjaga shalat lima waktu, membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, dan membiasakan dzikir akan membuat hati lebih damai. Semakin dekat seseorang kepada Allah, semakin kuat pula dirinya dalam menghadapi persoalan hidup.
2. Memperbanyak Dzikir
Dzikir seperti istighfar, tasbih, tahmid, dan tahlil dapat menenangkan pikiran sekaligus membersihkan hati. Dengan berdzikir, seseorang akan merasa selalu berada dalam penjagaan Allah SWT.
3. Bersabar dalam Menghadapi Ujian
Setiap manusia pasti memiliki ujian hidup masing-masing. Kesabaran dan tawakal menjadi kunci agar seseorang tidak mudah menyerah ataupun putus asa ketika menghadapi kesulitan.
4. Bersyukur atas Nikmat Allah
Sering kali manusia terlalu fokus pada kekurangan dirinya hingga lupa terhadap nikmat yang telah diberikan Allah. Sikap syukur akan melahirkan rasa cukup, bahagia, dan ketenangan dalam hidup.
5. Menjauhi Maksiat dan Perbuatan Buruk
Perbuatan dosa dapat mengeraskan hati dan menimbulkan kegelisahan batin. Karena itu, menjaga lisan, sikap, dan perilaku dari hal-hal yang dilarang agama menjadi langkah penting dalam menjaga ketenteraman jiwa.
6. Bergaul dengan Orang Saleh
Lingkungan yang baik akan membawa pengaruh positif terhadap kehidupan seseorang. Teman yang saleh dapat mengingatkan kepada kebaikan, menumbuhkan semangat ibadah, serta membantu menjaga hati agar tetap dekat kepada Allah.
Pada akhirnya, keberkahan hidup tidak selalu diukur dari banyaknya harta atau tingginya kedudukan. Keberkahan sejati hadir ketika hati merasa cukup, tenang, dan selalu dekat dengan Allah SWT. Sebab, hati yang dipenuhi dzikir akan lebih mudah menerima kehidupan dengan penuh syukur, sabar, dan harapan.
Penulis: Daud Dzulfadhli
Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. (*)