PSSI Tangsel Dorong Sertifikasi Pelatih, Pilar: Wajib Punya Lisensi

waktu baca 2 menit
Senin, 27 Apr 2026 15:01 52 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD — PSSI Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus mendorong sertifikasi pelatih sepak bola sebagai langkah memperkuat kualitas pembinaan. Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menegaskan bahwa pelatih kini wajib memiliki lisensi resmi untuk dapat terlibat dalam kompetisi.

Penegasan itu disampaikan Pilar saat menghadiri kursus lisensi D yang digelar PSSI Kota Tangsel di kantor Pemkot Tangsel, Senin (27/4/2026).

Menurutnya, peningkatan kualitas pelatih menjadi kunci dalam membangun fondasi sepak bola yang kuat. Ia menilai, pelatihan ini tidak hanya diikuti oleh warga Tangsel, tetapi juga peserta dari berbagai daerah, menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap pelatih bersertifikat.

“Sekarang tidak bisa lagi seperti dulu. Pelatih tanpa sertifikat tidak diperbolehkan. Semua harus memiliki lisensi kepelatihan,” ujarnya.

Pilar menjelaskan, kebutuhan pelatih terus meningkat seiring berkembangnya kompetisi sepak bola di berbagai level. Di sisi lain, banyak pelatih senior yang telah pensiun sehingga regenerasi menjadi kebutuhan mendesak.

Ia mencontohkan, dalam kompetisi Liga 4 Indonesia, pelatih minimal harus memiliki lisensi D. Standar ini bahkan berlaku di level amatir, sementara di kompetisi profesional seperti Liga 1, persyaratan lisensi jauh lebih tinggi.

Pilar berharap, melalui program sertifikasi ini akan lahir pelatih-pelatih muda berbakat dari Tangsel yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga integritas dalam membina pemain.

“Ke depan kita butuh pelatih dengan lisensi A hingga Pro. Memang tidak mudah karena prosesnya sulit, biayanya besar, dan kuotanya terbatas,” katanya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Tangsel, Erlangga Yudha Nugraha, menyebut minat terhadap kursus lisensi D masih tinggi dan menunjukkan tren positif.

Selama masa kepemimpinannya, Askot PSSI Tangsel telah menggelar pelatihan lisensi D sebanyak tiga kali. Dari kegiatan tersebut, sekitar 90 pelatih di Tangsel telah mengantongi lisensi tersebut.

“Kurang lebih sudah 90 pelatih berlisensi D di Tangsel. Peserta juga dibekali pemahaman filosofi sepak bola Indonesia yang terus berkembang mengikuti arah sepak bola modern,” ujarnya.

Untuk pelatihan yang berlangsung saat ini, terdapat 30 peserta yang ikut serta, tidak hanya dari Tangsel tetapi juga dari berbagai daerah lain di Indonesia.

“Peserta datang dari berbagai wilayah, mulai dari Subang hingga Kalimantan,” jelasnya.

Erlangga menambahkan, untuk tingkat kota, pelatihan yang dapat diselenggarakan masih terbatas pada lisensi D, sementara lisensi yang lebih tinggi menjadi kewenangan PSSI Provinsi.

Ia menilai kebutuhan pelatih berlisensi di Tangsel masih sangat besar, terutama untuk memenuhi standar kompetisi seperti Liga 4 serta mendukung pembinaan di Sekolah Sepak Bola (SSB).

“Ke depan, kami akan memperketat aturan dengan mewajibkan setiap pelatih memiliki lisensi D agar kualitas pembinaan semakin meningkat,” pungkasnya. (Idris Ibrahim/Red)

LAINNYA