Polresta Tangerang Bangun Jembatan Merah Putih Presisi, Dukung Mobilitas dan Ekonomi Warga

waktu baca 2 menit
Selasa, 21 Apr 2026 15:44 40 Nazwa

TANGERANG | TD – Polresta Tangerang Polda Banten melaksanakan kegiatan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang berlokasi di Kampung Ilat RT 02/03, Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis, Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini juga sekaligus dirangkaikan dengan penanaman 1.000 pohon yang dilakukan secara simbolis di Kampung Pondok, Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki yang memimpin langsung peletakan batu pertama tersebut menyampaikan bahwa pembangunan ini bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kolaborasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan jembatan ini merupakan tindak lanjut arahan Bapak Presiden sekaligus wujud kehadiran Polri dalam mendukung pemenuhan infrastruktur dasar bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, jembatan tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga sekitar. Selain itu, keberadaannya juga akan mempercepat waktu tempuh serta meningkatkan mobilitas masyarakat setempat.

“Target penyelesaian pembangunan jembatan ini sekitar 1,5 hingga 2 bulan,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi atas dukungan dan fasilitasi pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, infrastruktur ini akan sangat membantu aktivitas warga, terutama dalam menunjang pergerakan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Terima kasih atas fasilitasi pembangunan jembatan ini,” katanya.

Ia juga berharap jembatan tersebut dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan penanaman pohon dinilainya sebagai langkah penting dalam mendukung ketahanan lingkungan dan pangan di masa mendatang.

Dalam laporannya, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini telah mendapat persetujuan dari Kepala Desa Pangadegan serta dukungan penuh dari masyarakat sekitar.

Sumber pendanaan berasal dari dana corporate social responsibility (CSR) sejumlah perusahaan dengan total anggaran sebesar Rp185.736.000. Ia menuturkan bahwa pembangunan jembatan ini memiliki sejumlah tujuan strategis, seperti meningkatkan konektivitas, memperlancar aksesibilitas, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperlancar arus lalu lintas.

Selain itu, jembatan ini juga diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas umum, mempererat hubungan sosial budaya, serta meningkatkan aspek keamanan lingkungan.

Di sisi lain, kegiatan ini juga diisi dengan penanaman 1.000 pohon rambutan di beberapa wilayah, di antaranya Pasarkemis, Cisoka, Tigaraksa, Panongan, dan Cikupa.

Penanaman pohon produktif tersebut tidak hanya bertujuan untuk penghijauan, tetapi juga diharapkan memberi nilai ekonomi bagi masyarakat. Pohon rambutan tersebut berpotensi menjadi sumber pangan sekaligus komoditas bernilai jual.

“Harapannya, pembangunan jembatan dan penanaman pohon ini tidak hanya memberi manfaat jangka pendek, tetapi juga dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (*)

LAINNYA