FAI Perkuat Komitmen Beasiswa untuk Anak Yatim dan Dhuafa di Indonesia

waktu baca 2 menit
Minggu, 22 Mar 2026 13:14 47 Redaksi

JAKARTA | TD — Forum Akademisi Indonesia (FAI) terus memperkuat komitmennya dalam memberikan beasiswa pendidikan bagi anak yatim piatu dan dhuafa di Indonesia, sebagai upaya menciptakan generasi mandiri dan berdaya saing di masa depan.

Wartawan senior Aat Surya Safaat menyampaikan rasa syukurnya karena saat ini banyak alumnus penerima beasiswa FAI yang telah mandiri dan berkiprah di dunia kerja. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi anak-anak kurang mampu untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Jelang usianya yang ke-11, FAI tetap berkomitmen membantu kelanjutan pendidikan anak-anak yatim piatu dan dhuafa agar kiprah mereka nanti bisa bermakna bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Aat di Jakarta, Minggu (22/3).

Aat yang juga menjabat sebagai Direktur Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) PWI itu menyampaikan hal tersebut dalam diskusi internal pengurus FAI dalam rangka menyambut HUT ke-11 organisasi tersebut.

FAI merupakan wadah inspiratif yang bertujuan mensinergikan potensi para akademisi guna mewujudkan visi mencerdaskan kehidupan bangsa menuju Indonesia berprestasi. Forum ini dideklarasikan di Jakarta pada 23 Mei 2015.

Selain Aat, jajaran penasehat FAI diisi oleh sejumlah tokoh seperti ekonom senior Dr. Ichsanuddin Noorsy, Dr. Intan Syah Ichsan, serta Abdullah Hehamahua.

Aat menambahkan, para akademisi yang tergabung dalam FAI terus menginspirasi masyarakat agar memberikan perhatian lebih terhadap kelanjutan pendidikan anak yatim piatu dan dhuafa, terutama di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Hubungan Kerjasama Dalam dan Luar Negeri FAI, Didin Syahrudin Sukeni, menegaskan bahwa selain fokus pada pendidikan, FAI juga akan terus berkontribusi terhadap isu-isu strategis yang menjadi perhatian publik melalui pendekatan kajian akademis.

“FAI perlu terus membahas dan mencari solusi atas persoalan besar seperti korupsi, narkoba, dan pengangguran,” ujarnya.

Didin juga menekankan pentingnya pendidikan dalam mempersiapkan generasi penerus menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal FAI, Eni Heni Hermaliani, mengungkapkan bahwa menjelang akhir Ramadhan, FAI menggelar program “Berbagi Ramadhan” bersama anak-anak yatim piatu dan dhuafa di Jakarta sebagai bentuk kepedulian sosial.

Selama ini, FAI secara konsisten menyalurkan beasiswa pendidikan secara selektif bagi anak-anak yatim piatu dan dhuafa, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga pesantren. Sementara untuk mahasiswa, penerima beasiswa diwajibkan memiliki IPK minimal 3,0.

FAI berharap program beasiswa tersebut dapat terus berlanjut dengan dukungan berbagai pihak, termasuk stakeholder pendidikan, dunia usaha, dan para donatur, agar lahir generasi muda yang cerdas dan berintegritas.

Selain itu, FAI juga memberikan perhatian pada pembinaan keagamaan, khususnya membantu pelajar dan mahasiswa agar mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. (*)

LAINNYA