Forkopimda Tangsel Bahas Penanganan Krisis Sampah, Target 108 Ribu Lubang Biopori

waktu baca 2 minutes
Selasa, 10 Feb 2026 15:43 0 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD — Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membahas langkah strategis penanganan krisis sampah dengan menargetkan pembangunan 108 ribu lubang biopori sebagai solusi pengurangan sampah organik dari hulu.

Pembahasan tersebut mengemuka dalam rapat Forkopimda yang digelar Pemerintah Kota Tangsel guna merumuskan langkah konkret penanganan sampah secara terpadu, mulai dari sumber rumah tangga hingga pengelolaan akhir.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, forum tersebut menjadi sarana koordinasi lintas unsur dalam merespons persoalan sampah yang semakin kompleks di wilayah perkotaan.

Menurut Benyamin, sejumlah masukan disampaikan jajaran Forkopimda, termasuk rencana pelaksanaan gerakan kebersihan bersama yang akan digelar menjelang bulan suci Ramadan.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden serta arahan Gubernur, sekaligus upaya memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Benyamin, Selasa (10/2/2026).

Sebagai langkah konkret di tingkat hulu, Pemkot Tangsel mendorong pembuatan lubang biopori di lingkungan permukiman. Setiap kelurahan ditargetkan menggerakkan seribu rumah untuk membuat biopori.

“Dengan asumsi satu rumah memiliki dua lubang, maka akan terbentuk sekitar 108 ribu lubang biopori di seluruh wilayah Tangsel,” jelasnya.

Ia menjelaskan, satu lubang biopori mampu mengurai hingga tiga kilogram sampah organik. Dengan jumlah tersebut, kapasitas pengurangan sampah organik dinilai cukup signifikan dan dapat dihitung secara terukur.

Upaya pengurangan sampah organik juga diperkuat melalui optimalisasi peran bank sampah di tingkat rukun warga (RW). Dari sekitar 740 RW yang ada di Tangsel, pemerintah menargetkan seluruhnya memiliki bank sampah aktif.

“Saat ini jumlah bank sampah belum mencapai 700 unit, bahkan yang benar-benar aktif baru sekitar separuhnya,” ungkap Benyamin.

Di sisi hilir, Pemkot Tangsel berencana merevitalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) agar berfungsi optimal sebagai titik transit sampah dari rumah tangga sebelum diangkut ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

Selain itu, kerja sama lintas daerah dalam pengelolaan dan pemrosesan sampah juga terus diperkuat, termasuk dengan Kota Serang, Kabupaten Bogor, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Melalui berbagai upaya terpadu ini, persoalan sampah diharapkan dapat ditangani secara lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan dengan dukungan aktif masyarakat,” pungkasnya. (Idris Ibrahim)

LAINNYA