OPINI | TD – Republik Finlandia dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem pendidikan yang paling unggul di dunia. Dengan pendekatan yang berfokus pada pengembangan holistik siswa dan guru, Finlandia menawarkan model yang dapat dijadikan inspirasi bagi Indonesia dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Sistem pendidikan di negara ini menempatkan siswa sebagai prioritas utama, mendorong perkembangan mereka secara menyeluruh melalui pendekatan yang inklusif dan merata, serta kurikulum yang beragam.
Pendidikan di Finlandia berfokus pada pengembangan karakter dan kepribadian siswa, dengan tujuan agar mereka menikmati proses belajar dan menemukan metode yang sesuai dengan bakat serta minat masing-masing. Salah satu keunggulan utama dari sistem ini adalah pendidikan gratis yang diberikan dari tingkat Taman Kanak-Kanak hingga pendidikan tinggi, termasuk S3. Pemerintah Finlandia memastikan bahwa semua siswa, termasuk mereka yang membutuhkan dukungan tambahan, seperti siswa dengan kebutuhan khusus atau yang berasal dari latar belakang ekonomi yang kurang beruntung, mendapatkan akses pendidikan yang setara.
Finlandia, yang terletak di Eropa Utara dengan luas sekitar 338.000 kilometer persegi dan populasi sekitar 5,5 juta jiwa, memiliki ibukota di Helsinki. Negara ini dikenal tidak hanya karena sistem pendidikannya yang cemerlang, tetapi juga karena kemajuan teknologi dan ekonominya. Sektor-sektor seperti teknologi informasi, telekomunikasi, dan logistik menjadi pilar utama perekonomian Finlandia, yang juga terkenal dengan keindahan alamnya, termasuk hutan dan danau yang terjaga dengan baik.
Meskipun pajak di Finlandia tergolong tinggi, masyarakat merasa puas dengan pelayanan pemerintah yang prima, termasuk dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan transportasi umum yang gratis. Di tingkat pendidikan dasar, fokus utama adalah pada pembentukan karakter anak dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Finlandia tidak menerapkan ujian standar nasional yang ketat; sebaliknya, evaluasi dilakukan melalui penilaian berkelanjutan oleh guru, yang memungkinkan siswa berkembang secara menyeluruh tanpa tekanan untuk mencapai nilai tinggi dalam ujian tertentu.
Sistem pendidikan di Finlandia juga menekankan kolaborasi antara guru dan orang tua, dengan laporan berkala mengenai perkembangan anak. Beberapa keunggulan sistem ini meliputi fokus pada proses pembelajaran, kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan individu siswa, serta kebebasan bagi guru untuk merancang metode pengajaran. Pendekatan berbasis proyek yang sering digunakan memungkinkan siswa belajar secara aktif dan mandiri, berbeda dengan sistem pendidikan di Indonesia yang cenderung lebih terstruktur dan berorientasi pada hasil ujian.
Namun, meskipun Finlandia memiliki banyak keunggulan, negara ini juga menghadapi tantangan, seperti tingginya tingkat bunuh diri di kalangan remaja dan dewasa muda. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap masalah ini termasuk musim dingin yang panjang dan gelap, populasi yang relatif kecil dan terisolasi, serta tekanan untuk mencapai kesuksesan. Pemerintah dan organisasi kesehatan di Finlandia terus berupaya meningkatkan kesehatan mental masyarakat dengan menyediakan layanan yang lebih baik dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental.
Dengan mempertimbangkan keunggulan dan tantangan yang ada, sistem pendidikan Finlandia dapat menjadi sumber inspirasi bagi Indonesia. Namun, penting untuk diingat bahwa setiap negara memiliki konteks dan kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, Indonesia perlu melakukan penyesuaian dan inovasi yang tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan demi mencapai visi “Indonesia Emas 2045”.
Penulis: KH Dr Ir Abdul Hakim MM adalah anggota DPD-RI 2024-2029. Tulisan ini adalah hasil dari kunjungan pribadi Abdul Hakim ke Finlandia belum lama berselang. (*)