
Sinar Mas Land meraih dua penghargaan Platinum dalam ajang ICA dan ISDA 2026 melalui program SELARAS Ecosystem untuk pengelolaan lingkungan dan SML UMKM Centre untuk pemberdayaan pelaku usaha. (Foto: Dok. SML) JAKARTA | TD – Sinar Mas Land meraih dua penghargaan Platinum dalam ajang Indonesian CSR Awards (ICA) 2026 dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026 yang diselenggarakan Corporate Forum for CSR Development (CFCD). Penghargaan tersebut diberikan atas program pengelolaan lingkungan berbasis ekonomi sirkular dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dua program yang mengantarkan perusahaan meraih penghargaan tersebut adalah SELARAS Ecosystem dalam ICA 2026 untuk kategori Pilar 4B: Penggunaan Sumber Daya Berkelanjutan, serta SML UMKM Centre dalam ISDA 2026 untuk kategori SDGs No. 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Penghargaan diterima Vice President of Corporate Social Responsibility Sinar Mas Land, Adhityo Galih Priyambodo, dalam acara penganugerahan di Hotel Bidakara, Jakarta, pada 29 September 2026. Capaian ini menambah koleksi penghargaan CSR perusahaan menjadi 36 penghargaan dalam tiga tahun terakhir, berdasarkan keterangan perusahaan.
Ajang ICA dan ISDA 2026 mengusung tema “Responsible Business in Supporting Asta Cita” sekaligus menandai 24 tahun perjalanan CFCD dalam mendorong praktik tanggung jawab sosial dan keberlanjutan di Indonesia.
Managing Director President Office Sinar Mas Land, Dony Martadisata, mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas konsistensi perusahaan dalam menjalankan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
“Keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari pelaksanaannya, tetapi juga dari perubahan yang dihasilkan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Dony dilansir Jumat (16/10).
Menurut dia, kedua program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan melalui inisiatif Kontribusi Membangun Negeri, yang mencakup pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
SELARAS Ecosystem atau Sentra Edukasi Kelola Lingkungan Bersih dan Asri merupakan program pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat dengan pendekatan ekonomi sirkular. Program ini berlokasi di Kampung Cicayur, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, dan mulai beroperasi pada 26 September 2024.
Program tersebut dikembangkan melalui kolaborasi Sinar Mas Land, Bank Sampah Induk Kabupaten Tangerang, dan Yayasan Bumi Pertiwi Asri.
SELARAS Ecosystem mengintegrasikan sejumlah kegiatan, antara lain Bank Sampah SELARAS, Rumah Pupuk, Plastic to Food, Plastic to Book, serta Waste Management School.
Hingga 2026, program ini telah mengumpulkan lebih dari delapan ton sampah plastik dengan melibatkan lebih dari 3.700 warga. Sebagian sampah plastik diolah menggunakan teknologi pirolisis menjadi bahan bakar, sedangkan material plastik lainnya dimanfaatkan untuk menghasilkan bijih plastik yang digunakan sebagai campuran aspal.
Melalui pendekatan tersebut, pengelolaan sampah tidak hanya diarahkan untuk mengurangi limbah, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat serta pengembangan nilai ekonomi dari sampah.
Selain program lingkungan, Sinar Mas Land memperoleh penghargaan Platinum ISDA 2026 melalui SML UMKM Centre. Program ini dikembangkan sebagai pusat pelatihan, pembinaan, konsultasi, pemasaran, dan peningkatan kapasitas pelaku UMKM.
Berbagai fasilitas dan kegiatan disediakan melalui program tersebut, mulai dari pelatihan usaha, Klinik UMKM, Galeri UMKM, pemasaran digital, pameran, hingga promosi produk UMKM binaan.
Sejak 2021, program pemberdayaan ini telah membina ratusan pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.
Pengembangan program dilakukan melalui berbagai kegiatan, termasuk Festival UMKM, pelatihan pemanfaatan teknologi, digitalisasi transaksi, serta perluasan akses pemasaran.
Ke depan, perusahaan menyatakan akan melanjutkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas manfaat program. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan. (Ril/Red)