PW SEMMI Jakarta Raya Usulkan Prajurit TNI Gugur di Lebanon Jadi Simbol Perdamaian Dunia

waktu baca 2 menit
Senin, 30 Mar 2026 17:24 38 Nazwa

JAKARTA | TD – Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Jakarta Raya mengusulkan agar prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) di Lebanon ditetapkan sebagai simbol perdamaian dunia.

Ketua PW SEMMI Jakarta Raya, Yanto, menyampaikan duka cita mendalam kepada institusi TNI dan keluarga korban atas gugurnya prajurit dalam menjalankan tugas negara di wilayah konflik internasional.

“Gugurnya personel TNI dalam misi ini merupakan bukti nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945,” ujar Yanto di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Ia menegaskan, kehadiran Indonesia dalam misi perdamaian di Lebanon bukan sekadar tugas militer, melainkan bentuk pengabdian kemanusiaan yang sarat risiko dan pengorbanan.

Menurutnya, prajurit yang gugur sangat layak diberikan penghormatan tertinggi sebagai simbol perdamaian dunia. “Keberanian dan dedikasi mereka mencerminkan wajah Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian,” tegasnya.

PW SEMMI Jakarta Raya juga mendorong pemerintah untuk memberikan penghargaan sebagai bentuk penghormatan abadi atas pengorbanan prajurit TNI dalam menjaga stabilitas global.

Selain itu, organisasi tersebut berharap nilai pengabdian, keberanian, dan semangat kemanusiaan yang ditunjukkan para prajurit dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam menjaga persatuan dan berkontribusi terhadap perdamaian, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan RI mengonfirmasi gugurnya Praka Farizal Rhomadhon dalam serangan artileri Israel saat menjalankan misi UNIFIL di Lebanon selatan pada 29 Maret 2026. Selain satu korban gugur, tiga prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka.

Pemerintah Indonesia telah menyampaikan duka cita serta mengecam keras insiden tersebut, dan mendesak dilakukannya investigasi secara menyeluruh dan transparan atas serangan yang menimpa kontingen Indonesia di wilayah konflik tersebut. (*)

LAINNYA