PMR Madya dan Wira Unjuk Keterampilan di Latga PMI Cikupa, dari Pertolongan Pertama hingga Video Edukatif

waktu baca 3 menit
Minggu, 27 Sep 2026 11:39 38 Nazwa

TANGERANG | TD — Anggota Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Madya dan Wira menunjukkan kemampuan mereka dalam Latihan Gabungan (Latga) dan Perlombaan yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Cikupa. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Cikupa tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk mengasah pengetahuan sekaligus mempraktikkan keterampilan kepalangmerahan.

Tidak hanya mendapatkan pembekalan materi, para anggota PMR juga ditantang untuk menguji kemampuan melalui sejumlah perlombaan. Materi yang diberikan berkaitan dengan kepalangmerahan dan Pertolongan Pertama (PP), kemudian dikembangkan melalui kompetisi yang menuntut pengetahuan, ketangkasan, kerja sama, hingga kreativitas peserta.

Ketua PMI Kecamatan Cikupa, Suhendar, S.T., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti sebanyak 440 peserta. Tingginya antusiasme membuat jumlah peserta melampaui target awal yang ditetapkan panitia.

Peserta yang hadir juga tidak hanya berasal dari sekolah-sekolah di Kecamatan Cikupa. Sejumlah unit PMR dari sekolah di kecamatan sekitar turut berpartisipasi, sehingga kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi anggota PMR dari berbagai sekolah untuk belajar dan berkompetisi bersama.

Tiga Kategori untuk Menguji Kemampuan PMR

Dalam perlombaan tersebut, terdapat tiga kategori yang dirancang untuk menguji kemampuan peserta dari berbagai sisi. Ketiganya meliputi Lomba Cerdas Cermat Kepalangmerahan, Lomba Pertolongan Pertama (PP), dan Lomba Video Edukatif.

Pada Lomba Cerdas Cermat Kepalangmerahan, peserta diuji mengenai wawasan dan pemahaman terhadap dunia kepalangmerahan. Pengetahuan tentang sejarah kemanusiaan serta prinsip-prinsip dasar kepalangmerahan menjadi bagian dari kemampuan yang harus dikuasai peserta.

Sementara itu, Lomba Pertolongan Pertama menitikberatkan pada kemampuan praktik. Peserta dituntut menunjukkan kesigapan dalam menghadapi situasi darurat, sekaligus menerapkan keterampilan pertolongan pertama dengan tepat. Kerja sama antarpeserta juga menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan pada kategori ini.

Berbeda dengan dua kategori lainnya, Lomba Video Edukatif memberikan ruang bagi anggota PMR untuk menyampaikan pesan kesehatan dan kemanusiaan melalui media digital. Peserta ditantang mengemas pesan edukasi secara kreatif agar dapat disampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.

Ragam kategori tersebut membuat kegiatan tidak hanya berorientasi pada kompetisi. Peserta mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan yang berbeda, mulai dari penguasaan materi, keterampilan teknis, kemampuan bekerja dalam tim, hingga kreativitas dalam menyampaikan pesan kemanusiaan.

Dorong Keterampilan yang Bisa Diterapkan

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Bidang Organisasi PMI Kabupaten Tangerang, Deden Umardani. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian kegiatan.

Deden juga berpesan agar anggota PMR memanfaatkan momentum tersebut untuk terus belajar dan memperkuat solidaritas. Menurutnya, pengalaman yang diperoleh dalam kegiatan PMR dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk memiliki kepedulian terhadap sesama dan siap berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan.

Kegiatan turut dihadiri Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan Cikupa yang mewakili Plt. Camat Cikupa karena berhalangan hadir.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup secara resmi oleh Dewan Kehormatan PMI Kecamatan Cikupa, Mulyadi, S.Pd. Ia menyampaikan apresiasi atas sportivitas yang ditunjukkan seluruh peserta selama mengikuti perlombaan.

Mulyadi berharap keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh para anggota PMR tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Bekal tersebut diharapkan dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat, terutama ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan pengetahuan dasar pertolongan dan kepedulian terhadap sesama.

Melalui Latga dan perlombaan tersebut, anggota PMR Madya dan Wira tidak hanya berkompetisi untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam menerapkan nilai-nilai kepalangmerahan dan kemanusiaan. (*)

LAINNYA