Pigmen alami pada buah dan sayur—seperti klorofil, karotenoid, antosianin, dan betalain—memberi warna sekaligus menawarkan manfaat kesehatan penting. Perbedaan warna dipengaruhi genetik, lingkungan, pH, pematangan, hingga proses pengolahan. Semakin beragam warna yang dikonsumsi, semakin lengkap nutrisi yang didapat tubuh. (Foto: Pexels @Karelia Blum)IPTEK | TD — Buah dan sayur hadir dalam ragam warna yang menggugah selera: hijau segar pada bayam, oranye cerah pada wortel, hingga merah pekat pada buah naga. Warna-warna ini bukan sekadar pemanis tampilan, tetapi juga menjadi indikator kesegaran, kualitas, serta kandungan gizinya. Tidak heran jika sejak dulu manusia menjadikan warna sebagai pertimbangan pertama saat memilih bahan makanan—karena warna dapat memengaruhi selera dan persepsi kita terhadap rasa.
Di balik warna-warna indah tersebut, tersembunyi pigmen alami yang berperan sebagai pewarna sekaligus memberikan manfaat kesehatan. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi bahan alami, pigmen-pigmen ini pun semakin diminati untuk menggantikan pewarna sintetis, sehingga makanan tetap menarik tanpa perlu tambahan bahan kimia.
Pigmen adalah senyawa yang memberikan warna pada bahan makanan, kosmetik, hingga produk farmasi. Ada pigmen sintetis yang dibuat secara kimiawi, dan ada pigmen alami yang berasal dari tumbuhan. Pigmen alami kini lebih banyak dipilih karena dinilai lebih aman, ramah lingkungan, dan banyak di antaranya berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas.
Setiap warna pada buah dan sayur dipengaruhi oleh jenis pigmen tertentu.
Beberapa contoh utamanya:
Keberagaman pigmen inilah yang membuat tampilan buah dan sayur begitu kaya, sekaligus menyimpan beragam manfaat bagi kesehatan (Naufal et al., 2021).
Tumbuhan memiliki empat pigmen utama (Reswari et al., 2019):
1. Klorofil – Pigmen Hijau
Terdapat pada: bayam, kangkung, brokoli, sawi hijau, alpukat muda, kiwi.
Catatan: klorofil mudah rusak oleh panas sehingga warna hijau bisa berubah kusam saat proses memasak.
2. Karotenoid – Pigmen Kuning, Oranye, hingga Merah
Terdapat pada: mangga, pepaya, wortel, labu kuning, paprika kuning/oranye, tomat (likopen), ubi oranye, jeruk.
Fungsi: antioksidan dan sumber vitamin A yang sangat penting untuk kesehatan mata.
3. Antosianin – Pigmen Merah, Ungu, dan Biru
Terdapat pada: anggur merah, plum, blueberry, blackberry, stroberi, kol ungu, terung, bawang merah, ubi ungu.
Keunikan: warnanya sangat dipengaruhi pH.
4. Betalain – Warna Merah Cerah hingga Ungu Gelap
Terdapat pada: buah naga merah, bit, prickly pear.
Catatan: hanya muncul pada tanaman yang tidak memiliki antosianin. Warnanya sangat kuat dan mudah menodai.
Banyak faktor yang memengaruhi keragaman warna pada tumbuhan, di antaranya:
1. Faktor Genetik
Setiap varietas tanaman memiliki komposisi pigmen berbeda.
Misal: tomat merah kaya likopen, sedangkan tomat kuning mengandung jenis karotenoid lain.
2. Lingkungan Tumbuh
3. Tingkat Kematangan
Saat buah matang:
– Klorofil menurun → warna hijau memudar
– Karotenoid meningkat → buah menguning atau menjadi oranye (pisang, mangga)
4. Keasaman (pH)
Terutama berpengaruh pada antosianin:
asam → merah, netral → ungu, basa → biru.
5. Pemanasan dan Penyimpanan
Pemanasan merusak klorofil → warna hijau menjadi kusam.
Penyimpanan terlalu lama memudarkan karotenoid dan antosianin.
6. Reaksi Kimia Alami
Contoh: apel menguning dan kecokelatan karena reaksi enzim polifenol oksidase.
7. Interaksi dengan Senyawa Lain
Pigmen dapat berikatan dengan protein atau logam alami di dalam tanaman sehingga mengubah warna.
1. Klorofil
2. Karotenoid
Warna-warni pada buah dan sayur bukan hanya keindahan visual, tetapi juga cerminan kandungan nutrisi dan pigmen alami yang menyimpannya. Setiap warna membawa manfaat kesehatan yang berbeda, mulai dari antioksidan kuat, perlindungan sel, hingga dukungan bagi sistem imun. Dengan memahami asal-usul dan fungsi pigmen tersebut, kita dapat lebih bijak dalam memilih dan mengolah makanan. Pada akhirnya, semakin beragam warna yang hadir di piring kita, semakin lengkap pula nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Mengonsumsi buah dan sayur berwarna-warni bukan hanya membuat makanan lebih menarik, tetapi juga menjadi langkah sederhana menuju hidup yang lebih sehat dan seimbang.
Penulis: Dini Inayah
Mahasiswa Prodi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. (*)