BeritaKab. Tangerang

Penjelasan Pj Bupati Tangerang di DPRD, SILPA Pemkab Tembus Rp1 Triliun

33
×

Penjelasan Pj Bupati Tangerang di DPRD, SILPA Pemkab Tembus Rp1 Triliun

Sebarkan artikel ini
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tangerang dengan agenda penyampaian penjelasan atas rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2023, Senin, 10 Juni 2024. (Foto : Jay/TangerangDaily)
Bagikan:

KABUPATEN TANGERANG | TD — Penjabat (Pj) Bupati Tangerang Andi Ony menyebut Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp1,01 Triliun.

Jumlah tersebut naik sekitar 8,67 persen atau Rp80,48 miliar dibanding tahun 2022 sebesar Rp928,75 Miliar.

Besaran sisa anggaran yang gagal diserap itu disampaikan Pj Bupati Andi Ony di forum rapat paripurna DPRD setempat dengan agenda penyampaian penjelasan atas rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksana anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2023, Senin, 10 Juni 2024.

Rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Kholid Ismail didampingi Wakil KetuaAstayudin, namun dua pimpinan dewan lainnya, yakni Ilham Chair dan Adit Tiya Wijaya absen.

Hadir pula Sekda Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid serta sejumlah pejabat lainnya.

Andi Ony juga menjelaskan,
Laporan Realisasi Anggaran (LRA) yang dipaparkannya di forum lembaga perwakilan rakyat ini menyajikan pula informasi realisasi Pendapatan, Belanja, Transfer, Surplus/Defisit dan Pembiayaan.

“Tentu laporan keuangan pemerintah Kabupaten Tangerang Tahun 2023 ini telah diaudit oleh BPK-RI,” ungkapnya.

Dari segi pendapatan, LRA Tahun Anggaran 2023 dianggarkan Rp7,40 Triliun dengan realisasi sebesar Rp7,98 Triliun atau 107,84 persen. Pendapatan tersebut bersumber dari : pertama, Pendapatan Asli Daerah (PAD)-LRA, ditarget sebesar Rp3,92 trliun dengan realisasi sebesar Rp4,40 triliun atau 112,26 persen. Kontribusi PAD terhadap pendapatan daerah ini adalah sebesar 55,16 persen.

Kedua, Pendapatan Transfer-LRA, yang dianggarkan sebesar Rp3,47 Trliun dan terealisasi sebesar Rp3,57 Triliun atau 102,86 persen, dimana hal ini berkontribusi terhadap Pendapatan Daerah sebesar 44,84 persen.

Dan ketiga, pendapatan lain- lain daerah yang sah-LRA, dianggarkan sebesar Rp42,49 juta, terealisasi sebesar Rp42,49 juta atau 100 persen dengan kontribusi terhadap pendapatan daerah sebesar 0,001persen.

Kemudian dari sisi belanja daerah, menurut Pj Bupati, belanja daerah pada tahun 2023 dianggarkan sebesar Rp7,49 Triliun, terealisasi sebesar Rp7,07 triliun atau 94,28 persen.

Disebutkan, rincianya belanja operasi, dianggarkan sebesar Rp5,39 Triliun dan terealisasi sebesar Rp5,05 triliun atau 93,60 persen, dengan kontribusi terhadap belanja daerah sebesar 71,47 persen.

Untuk belanja modal, dianggarkan Rp.m2,08 Triliun, namun terealisasi sebesar Rp2,00 Triliun atau 96,23 persen, dengan kontribusi belanja modal terhadap belanja daerah sebesar 28,32 persen.

Sedangkan belanja tidak terduga dianggarkan sebesar Rp19,68 Miliar, terealisasi sebesar Rp14,99 Miliar atau 76,19 persen, dengan kontribusi terhadap belanja daerah sebesar 0,21 persen.

Menyoal dana transfer, Andi Ony menjelaskan bahwa transfer pada 2023 dianggarkan sebesar Rp820,06 Miliar dan terealisasi Rp819,92 Miliar atau 99,98 persen. Realisasi transfer ini bersumber dari transfer bagi hasil pendapatan yang dianggarkan sebesar Rp327,41 Miliar dan terealisasi sebesar 100 persen. Kontribusi transfer bagi hasil pendapatan terhadap total transfer sebesar 39,93 persen.

Selanjutnya tansfer bantuan keuangan pada 2023 dianggarkan sebesar Rp492,64 MilIar, terealisasi Rp492,50 Miliar atau 99,97 persen dan kontribusi transfer bantuan keuangan terhadap total Transfer sebesar 60,07 persen.

Sementara di sektor pembiayaan, untuk yang bersumber pada penerimaan pembiayaan daerah dianggarkan sebesar Rp928,75 Miliar yang terealisasi 100 persen. Penerimaan pembiayaan daerah tersebut merupakan penerimaan dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2022

PJ Bupati menambahkan, untuk pengeluaran pembiayaan daerah dianggarkan sebesar Rp10 Miliar yang terealisasi 100 persen. “Pengeluaran Pembiayaan Daerah ini merupakan pengeluaran dalam rangka penyertaan modal kepada BUMD,” pungkasnya.(Jay/Red)

Bagikan: