Pedagang Ayam Tangerang Gelar Aksi Protes, Desak Pemerintah Stabilkan Harga di Tingkat Peternak

waktu baca 2 minutes
Selasa, 21 Okt 2025 20:50 0 Nazwa

TANGERANG | TD — Ratusan pedagang ayam yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Ayam se-Kabupaten Tangerang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Bupati Tangerang, Selasa (21/10/2025).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap melonjaknya harga ayam di tingkat peternak yang berdampak langsung pada pedagang ayam potong. Kenaikan harga yang signifikan menyebabkan penurunan daya beli masyarakat, membuat pedagang mengalami kerugian besar.

Menurut para pedagang, harga ayam di tingkat peternak saat ini mencapai Rp23 ribu hingga Rp28 ribu. Setelah ditambah biaya transportasi dan modal lainnya, harga jual di pasar terpaksa naik menjadi Rp35 ribu sampai Rp40 ribu.

“Harga sudah tidak masuk akal. Bahkan masyarakat lebih memilih beli daging sapi daripada ayam karena harganya sudah tidak jauh beda,” ujar Haerudin, Ketua Asosiasi Pedagang Ayam se-Kabupaten Tangerang.

Selain harga tinggi, para pedagang juga mengeluhkan persaingan tidak sehat dengan merek-merek ayam ternama yang menjual produk lebih murah hingga selisih Rp3.000. Padahal, kualitas ayam potong dari pedagang kecil dinilai lebih baik.

“Mereka punya ternak dan DOC sendiri, jadi bisa jual lebih murah. Kami jelas kalah bersaing,” keluh seorang pedagang.

Haerudin menyebut, banyak pedagang ayam potong di pasar tradisional yang merugi besar. Bahkan ada yang kehilangan aset, rumah disita bank, hingga berujung perceraian akibat tekanan ekonomi.

“Semakin banyak dia motong ayam, semakin besar ruginya,” ungkapnya.

Para pedagang mendesak pemerintah turun tangan agar harga ayam di tingkat peternak kembali ke kisaran Rp18 ribu. Mereka juga meminta adanya data akurat soal harga di perusahaan besar dan pedagang kecil.

“Pemerintah harus ikut turun tangan. Jangan sampai ada permainan harga yang merugikan kami,” tegasnya.

Selain itu, mereka juga menuntut pemerintah menghadirkan perwakilan dari organisasi perunggasan nasional, dinas terkait, dan asosiasi pedagang ayam dalam pertemuan selanjutnya.

Para pedagang mengancam akan mogok jualan di seluruh Jabodetabek jika harga tidak segera turun dalam sebulan ke depan.

Sementara itu, Pemkab Tangerang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menerima para pedagang dan menggelar audiensi. Kadis Resmiyati Marningsih bersama jajarannya berjanji menindaklanjuti aspirasi tersebut.

“Keluhan ini akan kami tindaklanjuti dengan pengumpulan data dan langkah mediasi ke pihak pengusaha. Tapi tentu butuh waktu,” ujar Kabid DPKP, Joko Ismadi.

Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dan mendapat pengamanan dari Polresta Tangerang. (*)

LAINNYA