Mengenal Sleep Therapy: Terapi Tidur yang Bantu Pulihkan Kualitas Istirahat

waktu baca 2 minutes
Sabtu, 30 Agu 2025 00:20 0 Nazwa

KESEHATAN | TD – Belakangan ini, nama Tasya Farasya sempat ramai dibicarakan setelah mengungkap pengalaman insomnia akut yang membuatnya harus menjalani sleep therapy. Kisah tersebut membuka mata banyak orang bahwa kualitas tidur memiliki peran besar bagi kesehatan fisik maupun mental. Sleep therapy sendiri sebenarnya bukan hal baru, namun masih banyak yang belum memahami apa itu, bagaimana cara kerjanya, dan manfaat yang bisa dirasakan.

Apa Itu Sleep Therapy?

Sleep therapy adalah metode penanganan gangguan tidur, terutama insomnia, melalui pendekatan medis, psikologis, dan perubahan gaya hidup. Terapi ini bertujuan menormalkan kembali pola tidur dengan cara menyeimbangkan aktivitas otak dan melatih tubuh agar bisa beristirahat lebih efektif.

Bagaimana Sleep Therapy Bekerja?

Dalam praktiknya, sleep therapy bisa melibatkan beberapa teknik, antara lain:

  • Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBT-I): melatih pola pikir dan perilaku agar lebih kondusif untuk tidur.
  • Pengaturan lingkungan tidur: menata kamar agar nyaman, tenang, dan mendukung kualitas tidur.
  • Relaksasi dan mindfulness: latihan pernapasan, meditasi, atau teknik menenangkan diri sebelum tidur.
  • Pemeriksaan medis: seperti EEG (elektroensefalogram) untuk melihat gelombang otak, sehingga terapi lebih terarah.

Manfaat Sleep Therapy

Sleep therapy tidak hanya membantu mengatasi insomnia, tetapi juga memberikan sejumlah manfaat lain:

  1. Membantu tubuh mendapatkan tidur yang lebih dalam dan berkualitas.
  2. Mengurangi stres, kecemasan, dan overthinking yang sering jadi pemicu susah tidur.
  3. Meningkatkan konsentrasi dan energi di siang hari.
  4. Menurunkan risiko gangguan kesehatan akibat kurang tidur, seperti tekanan darah tinggi, depresi, dan gangguan metabolisme.
  5. Membentuk kebiasaan tidur sehat yang lebih stabil untuk jangka panjang.

Siapa yang Membutuhkan Sleep Therapy?

Terapi tidur umumnya disarankan bagi mereka yang mengalami:

  • Insomnia kronis yang berlangsung dalam jangka waktu lama.
  • Pola tidur yang tidak teratur hingga mengganggu aktivitas harian.
  • Kesulitan tidur meski sudah merasa lelah.
  • Kualitas tidur buruk yang menyebabkan kelelahan berlebihan di siang hari.

Penutup

Keterbukaan Tasya Farasya mengenai insomnia dan sleep therapy memberi gambaran nyata bahwa masalah tidur bukan hal sepele. Dengan terapi yang tepat, kualitas istirahat bisa dipulihkan, sehingga tubuh dan pikiran kembali seimbang. Tidur nyenyak bukan hanya soal kenyamanan, melainkan kebutuhan dasar untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup. (*)

LAINNYA