Lestarikan Budaya Lewat Permainan Rakyat, Festival Olahraga Tradisional Siap Guncang Kota Serang, Catat Waktu dan Tanggalnya!

waktu baca 4 menit
Kamis, 18 Jun 2026 10:31 36 Deni Kusuma

KOTA SERANG – Semangat melestarikan budaya sekaligus memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda terus digelorakan di Kota Serang. Salah satunya melalui penyelenggaraan Festival Olahraga Tradisional Tingkat Kota Serang yang akan digelar pada Sabtu, 25 Juli 2026, di Gedung Pramuka Kota Serang.

Menjelang pelaksanaan kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, menggelar rapat koordinasi bersama Bengkel Musik Kebon Sora guna membahas berbagai persiapan teknis dan konsep acara yang akan melibatkan ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Serang.

Festival ini dirancang tidak hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan pelestarian budaya yang menyenangkan bagi anak-anak dan remaja. Kegiatan tersebut akan dibagi menjadi dua kategori utama, yakni ruang edukasi dan ruang kompetisi.

Ketua Bengkel Musik Kebon Sora, Ikhsan Gumilar, menjelaskan bahwa ruang edukasi akan menjadi wadah pembelajaran sekaligus pengembangan kreativitas bagi peserta usia dini dan sekolah dasar.

“Untuk ruang edukasi akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti workshop, playground anak, taman baca, hingga kegiatan mendongeng. Kegiatan ini diperuntukkan bagi peserta dari tingkat TK dan SD,” ujar Ikhsan.

Menurutnya, konsep tersebut dirancang agar anak-anak tidak hanya mengenal permainan tradisional, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan interaktif.

Sementara itu, pada kategori kompetisi, panitia akan menghadirkan berbagai perlombaan olahraga tradisional yang selama ini mulai jarang dimainkan oleh generasi muda. Perlombaan akan dikemas dalam bentuk lomba berantai yang menguji kekompakan, ketangkasan, serta semangat kerja sama antarpeserta.

Beberapa cabang perlombaan yang akan dipertandingkan antara lain egrang, lompat tali, bakiak, engklek, dampu, hingga tarik tambang. Seluruh perlombaan tersebut dikhususkan bagi pelajar tingkat SMP dan sederajat.

Ikhsan menuturkan, melalui perlombaan tersebut diharapkan para pelajar dapat kembali mengenal berbagai permainan tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa Indonesia.

“Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman,” katanya.

Tak hanya menyajikan perlombaan, Festival Olahraga Tradisional juga akan diramaikan oleh berbagai pertunjukan seni dan budaya yang ditampilkan oleh para pelajar Kota Serang. Mulai dari pertunjukan pencak silat, atraksi debus, hingga hiburan musik tradisional Nusantara akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang hadir.

Pihaknya menargetkan kegiatan ini menjadi ruang pertemuan berbagai komunitas pendidikan, budaya, dan masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.

“Kegiatan akan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 21.00 WIB di Gedung Pramuka Kota Serang,” jelas Ikhsan.

Bagi para pelajar yang ingin berpartisipasi dalam festival tersebut, pendaftaran akan dibuka mulai awal Juli 2026. Panitia akan menyebarkan formulir pendaftaran melalui Google Form yang didistribusikan ke sekolah-sekolah di Kota Serang.

Selain itu, Bengkel Musik Kebon Sora juga akan melakukan sosialisasi secara luas kepada kalangan pelajar, guru, dan pihak sekolah agar informasi kegiatan dapat menjangkau lebih banyak peserta.

“Nanti akan tersedia kontak person dan panduan pendaftaran yang lengkap sehingga peserta dapat mendaftar dengan mudah,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, panitia juga telah menyiapkan berbagai hadiah menarik. Uang pembinaan dengan total jutaan rupiah siap diperebutkan oleh para juara dari setiap kategori perlombaan yang diselenggarakan.

Pada kesempatan tersebut, Ikhsan juga memperkenalkan Bengkel Musik Kebon Sora sebagai kelompok seni yang selama ini aktif mengembangkan dan melestarikan musik tradisional Nusantara di Kota Serang.

Menurutnya, Bengkel Musik Kebon Sora tidak hanya bergerak di bidang pertunjukan seni, tetapi juga fokus pada kegiatan pelatihan, pendampingan, promosi budaya, serta kolaborasi dengan berbagai mitra untuk menjaga keberlangsungan seni dan budaya tradisional Indonesia.

“Untuk sekretariat kami berada di kawasan Taman Puri Indah, Citraland, Ciracas. Selama ini kami terus berupaya menghadirkan berbagai program yang mendukung pelestarian budaya Nusantara,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia menyampaikan dukungan penuhnya terhadap penyelenggaraan Festival Olahraga Tradisional tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis dalam membangun karakter generasi muda sekaligus menjaga warisan budaya bangsa.

Ia menilai olahraga tradisional tidak hanya mengajarkan aspek fisik dan kesehatan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, gotong royong, serta kecintaan terhadap budaya lokal.

“Kegiatan ini sangat positif karena mampu mengajak anak-anak dan pelajar untuk lebih mengenal budaya bangsa sendiri. Kita harus terus menjaga dan merawat nilai-nilai budaya agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Nur Agis Aulia.

Pemerintah Kota Serang, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai kegiatan kreatif yang melibatkan pelajar dan komunitas budaya sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul sekaligus berkarakter.

Dengan menggabungkan unsur edukasi, olahraga, seni, dan budaya dalam satu kegiatan, Festival Olahraga Tradisional Kota Serang diharapkan menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali permainan tradisional sekaligus memperkuat identitas budaya di kalangan generasi muda.

Melalui semangat kebersamaan dan pelestarian budaya, festival ini diharapkan mampu menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Serang.

LAINNYA