TANGERANG | TD — Teknologi baru, termasuk Kecerdasan Buatan (AI), tidak bisa dihindari karena akan terus berkembang dan mempengaruhi berbagai aspek, termasuk industri media. “Jika tidak waspada, media dan wartawan akan terancam keberadaannya, terutama jika mereka tidak memanfaatkan AI dalam bisnis mereka,” ujar Indiwan Seto, dalam webinar Iaspro Tangerang beberapa waktu lalu.
Menurut Indiwan Seto, seorang Doktor Ilmu Komunikasi dan dosen Universitas Multimedia Nusantara, jika media tidak beradaptasi dengan teknologi baru seperti AI, mereka berisiko mengalami kebangkrutan. Ia menekankan bahwa wartawan yang enggan belajar tentang AI dan tetap berpegang pada teknologi lama akan lambat laun tergerus dan kalah bersaing dengan wartawan yang menguasai AI.
“Banyak media saat ini mengurangi jumlah jurnalis dan menggantinya dengan ahli AI yang mampu melakukan berbagai tugas jurnalistik, seperti menulis, membuat ilustrasi, dan menghasilkan video dengan cepat,” jelas Indiwan, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Ikatan Asesor Profesional, dalam webinar bertajuk “Artificial Intelligence untuk Better Assessment” yang dilansir pada Sabtu, 22 Maret 2025.
Indiwan memberikan contoh bagaimana dulu orang terpesona dengan Blackberry Messenger (BBM), tanpa menyadari bahwa platform tersebut akan hancur ketika Android muncul dengan menawarkan kemudahan dalam mengirim pesan secara cepat melalui berbagai perangkat.
“Jangan sampai hal serupa terjadi di dunia jurnalistik, di mana AI dapat melakukan hampir semua tugas, yang pada akhirnya dapat menyebabkan pengurangan jumlah jurnalis secara besar-besaran, karena semua informasi dapat dihasilkan secara digital dan cepat menggunakan AI,” ujarnya.
Dalam webinar yang dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat, Indiwan juga mengingatkan bahwa masih banyak kekurangan dalam pemanfaatan AI, terutama dalam hal etika dan akurasi. “Kita tidak boleh sepenuhnya bergantung pada AI. Kita harus terus melakukan pemeriksaan dan verifikasi, dan tidak boleh seratus persen percaya pada informasi yang diberikan oleh AI, seperti Gemini.ai dan ChatGPT,” tegasnya.
Indiwan juga memberikan contoh tentang cara membuat prompt atau kata-kata yang dituliskan dalam kotak “chat” AI. Menurutnya, saat membuat prompt, penting untuk memberikan konteks, tujuan, dan instruksi yang jelas.
“Contohnya, saat menulis di chat, kita bisa menuliskan konteks seperti, ‘Apabila saya adalah seorang wartawan, coba buatkan saya artikel terkait pemanfaatan sampah di Tangerang,’” ujarnya.
Kegiatan webinar gratis ini merupakan bagian dari rangkaian acara webinar selama bulan Ramadhan. Rangkaian Free Webinar Iaspro Tangerang dimulai pada 10 Maret 2025 dengan topik “Tampil Cantik di Bulan Ramadhan” yang dibawakan oleh Fourlen Diana, seorang asesor kompetensi di bidang kecantikan. Selanjutnya, pada 12 Maret 2025, diadakan webinar dengan topik “Public Speaking” yang menghadirkan narasumber Dr. Maria Patricia, Humas DPC Iaspro, dan Dr. Kristina Nurhayati, dosen Komunikasi UMN, yang dimoderatori oleh Ceylonita Kekung, seorang asesor kompetensi di Tangerang.
Ketua Penyelenggara Webinar Series, Dr. Maria Patricia, menjelaskan bahwa pada 14 Maret 2025, webinar akan membahas topik “Training Need Analysis” yang disampaikan oleh Suandi Sitorus, Sekretaris DPC Iaspro Tangerang, dan dimoderatori oleh Dr. Yoyoh Hereyah, Wakil Ketua DPC. Pada 18 Maret 2025, topik yang diangkat adalah “Communication Skills” dengan pembicara Dr. Yoyoh Hereyah, asesor kompetensi yang juga dosen Komunikasi, dan dimoderatori oleh Suandi Sitorus.
Kemudian, pada 19 Maret 2025, dari pukul 15.00 hingga 17.00, rangkaian webinar Iaspro Tangerang akan mengangkat topik yang relevan dengan kebutuhan asesor, wartawan, dosen, trainer, dan mahasiswa, yaitu “Artificial Intelligence untuk Kegiatan Assessment,” dengan pembicara Dr. Indiwan Seto Wahyu Wibowo, Ketua DPC Iaspro Tangerang dan dosen Komunikasi UMN, serta moderator Fourlen Diana.
Selanjutnya, pada 20 Maret 2025, Dr. Winarno, Ketua Dewan Pembina DPC IASPRO Tangerang, akan membagikan kiat seputar “Menulis Buku Non-Fiksi” dengan moderator Dr. Maria Patricia. Pada 21 Maret 2025, Lolita Lavietha, asesor kompetensi dan Bendahara DPC Iaspro, akan membawakan topik “Personal Branding.” Rangkaian webinar akan dilanjutkan pada 24 Maret 2025 dengan topik “Membuat Jamu Sehat dan Segar di Bulan Ramadhan” yang akan disampaikan oleh Coach Walid dari LPK Aimtraice. Rangkaian webinar ini akan diakhiri pada 26 Maret 2025 dengan topik “ChatGPT dan Manajemen Air Minum.” (ISW)