Dukung Transformasi Pelayanan Publik, Pemkot Tangsel Gembleng Kompetensi AI Buat ASN

waktu baca 5 menit
Jumat, 19 Jun 2026 21:56 41 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) bergerak aktif dalam memperkuat kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) agar mampu bersikap adaptif dan kompetitif di era disrupsi digital.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui penyelenggaraan workshop bertajuk “AI Empowerment for Government: Breaking the Limits, Mengakselerasi Kinerja ASN Masa Kini dengan Artificial Intelligence” yang digelar di Ciputat, Tangsel.

Kegiatan ini diikuti puluhan aparatur negara dari berbagai elemen strategis, mulai dari analis kebijakan, perencana, hingga pelaksana teknis yang mewakili seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, hingga pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di lingkungan Pemkot Tangsel.

Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, Pemkot Tangsel menghadirkan pakar teknologi informasi terkemuka Indonesia, Prof. Onno W. Purbo.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyampaikan transformasi teknologi yang masif saat ini memaksa sektor birokrasi untuk menanggalkan cara-cara konvensional.

Pemerintah daerah dituntut merespons ekspektasi publik yang kian tinggi terhadap efisiensi layanan.

“Sekarang dunia sudah berubah, teknologi juga berkembang sangat cepat. Jadi, kita yang juga harus berubah dan menyesuaikan diri. Maka dari itu, Pak Wali minta seluruh ASN dari semua OPD bisa memahami dan memanfaatkan kecerdasan buatan ini secara tepat,” ungkap Benyamin yang diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).

TB Asep Nurdin juga memaparkan tantangan nyata serta peta jalan implementasi kecerdasan buatan di lingkungan pemerintahan kota.

“Pak Wali Kota berpesan bahwa AI bukan lagi pilihan masa depan, melainkan kebutuhan mendesak hari ini. Selain itu peran Diskominfo bukan sekadar menyediakan infrastruktur siber, melainkan memastikan ada lompatan budaya kerja (cultural shift) di tubuh birokrasi kita. Kehadiran Prof. Onno W. Purbo di sini menjadi jembatan agar ASN kita tidak gagap memanfaatkan instrumen AI untuk mempercepat administrasi dan pelayanan,” ujar Asep.

Urgensi Efisiensi Birokrasi dan Pelayanan Publik
Urgensi langkah Pemkot Tangsel sejalan dengan hasil riset global dan domestik terkait efektivitas kecerdasan buatan dalam tata kelola pemerintahan.

Berdasarkan studi yang dirilis oleh McKinsey Global Institute, implementasi AI dan otomatisasi di sektor publik berpotensi meningkatkan produktivitas kerja administratif hingga 30-40 persen.

AI mampu mereduksi waktu pengerjaan tugas rutin seperti penyusunan draf dokumen, rekapitulasi data, hingga analisis kebijakan berbasis teks.

TB Asep Nurdin menambahkan, dalam konteks pelayanan langsung ke masyarakat, adopsi AI di sektor pemerintahan akan dioptimalkan ke dalam beberapa fungsi taktis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan publik sehari-hari.

“Dalam hal layanan pengaduan, kami mengarahkan integrasi AI berbasis Natural Language Processing (NLP) agar sistem pengaduan warga bisa aktif 24 jam. Warga tidak perlu menunggu jam kerja untuk mendapat kepastian prosedur perizinan atau kejelasan laporan perbaikan infrastruktur,” kata Asep.

“Kemudian untuk sektor kesehatan seperti di Puskesmas, penerapan predictive analytics berbasis AI akan sangat membantu tenaga medis memetakan potensi lonjakan penyakit endemik di wilayah kelurahan secara dini, sekaligus merapikan sistem manajemen antrean,” lanjutnya.

Asep menjelaskan manfaat AI juga mencakup sisi perencanaan daerah dan administrasi internal. Algoritma Machine Learning akan digunakan untuk mengolah data makro (Big Data) kota agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran dan objektif.

Sementara di internal birokrasi, AI akan memotong rantai administrasi dengan mempercepat penyusunan serta peringkasan draf dokumen regulasi dari meja ke meja.

Kendati menawarkan efisiensi tinggi, implementasi AI dalam birokrasi pemerintahan bukan tanpa hambatan.

TB Asep Nurdin menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian, terutama yang berkaitan dengan perlindungan data pribadi warga serta validitas informasi yang dihasilkan oleh AI.

“Seperti yang kerap diingatkan oleh para pakar, kecerdasan buatan rentan terhadap bias data dan halusinasi informasi jika tidak dikontrol dengan baik. Oleh sebab itu, fungsi ASN sebagai analis tidak akan tergantikan, melainkan diperkuat. AI bertindak sebagai asisten pintar, namun keputusan akhir serta validasi data tetap berada di tangan aparatur sipil yang berintegritas,” tegas Kadiskominfo Tangsel tersebut.

Lebih lanjut, TB Asep Nurdin menjabarkan tiga langkah konkret yang segera dieksekusi oleh Pemkot Tangsel guna memastikan transisi teknologi ini berjalan mulus dan aman di seluruh lini instansi.

“Pertama, kami fokus pada peningkatan skillset melalui pelatihan intensif agar ASN mahir melakukan prompt engineering dalam tugas harian mereka. Kedua, kami tengah menyusun regulasi lokal terkait tata kelola etis agar dokumen negara dan data kependudukan tetap terjaga kerahasiaannya. Terakhir, seluruh modul cerdas ini nantinya akan diintegrasikan langsung ke dalam satu pintu ekosistem aplikasi pelayanan publik Pemkot Tangsel yang sudah berjalan,” kata dia.

Namun, Diskominfo Tangsel menyadari bahwa penguasaan AI tidak boleh berhenti pada pemahaman teoritis. Itulah mengapa konsep outcome based menjadi ruh dari workshop ini — setiap peserta dituntut menghasilkan sesuatu yang nyata dan langsung dapat digunakan.

Dokumen kerja, analisis data sektoral, hingga draf rekomendasi kebijakan menjadi ukuran keberhasilan, bukan sekadar kehadiran di ruangan.

“ASN perlu memahami perubahan ini dan mampu mengintegrasikan teknologi AI ke dalam tugas dan tanggung jawab mereka untuk memaksimalkan efisiensi dan efektivitas pelayanan. Dengan kemampuan AI, ASN dapat memanfaatkan analisis data yang canggih untuk mengidentifikasi pola dan tren yang tidak terlihat secara manual, sehingga dapat memberikan solusi yang lebih tepat dan efisien,” pungkasnya.

Melalui pembekalan kapasitas yang terstruktur ini, Pemkot Tangerang Selatan optimistis dapat melahirkan postur birokrasi yang ramping, responsif, dan berbasis data. Langkah transformatif ini diharapkan mampu menempatkan Kota Tangerang Selatan sebagai salah satu pionir Smart Governance yang kokoh di tingkat nasional. (*)

LAINNYA