Diet Mediterania: Pendekatan Holistik untuk Menjaga Kesehatan Tubuh dan Pikiran

waktu baca 3 minutes
Kamis, 9 Okt 2025 14:50 0 Nazwa

KESEHATAN | TD – Dalam beberapa dekade terakhir, Diet Mediterania telah menjadi salah satu pola makan yang paling banyak direkomendasikan oleh ahli gizi dan peneliti kesehatan di seluruh dunia. Pola makan ini berasal dari negara-negara yang terletak di sekitar Laut Mediterania, seperti Italia, Yunani, dan Spanyol, di mana masyarakatnya dikenal memiliki tingkat penyakit jantung yang rendah dan harapan hidup yang tinggi.

Lebih dari sekadar pola makan, Diet Mediterania dianggap sebagai pendekatan hidup holistik yang menggabungkan nutrisi seimbang, aktivitas fisik, dan kesejahteraan mental.

Prinsip Utama Diet Mediterania

Diet ini berfokus pada konsumsi makanan alami yang minim proses. Komponen utamanya meliputi:

  • Buah dan sayuran segar sebagai sumber utama vitamin dan antioksidan.
  • Biji-bijian utuh dan kacang-kacangan untuk serat dan energi berkelanjutan.
  • Minyak zaitun sebagai sumber lemak sehat utama.
  • Ikan dan makanan laut sebagai protein tinggi omega-3.
  • Konsumsi produk susu, telur, dan daging unggas dalam jumlah sedang, serta daging merah dan gula dalam porsi sangat terbatas.

Selain itu, kebiasaan makan bersama keluarga dan menikmati waktu makan tanpa tergesa-gesa juga menjadi bagian penting dari prinsip Diet Mediterania.

Manfaat Diet Mediterania bagi Kesehatan

Banyak penelitian menunjukkan bahwa Diet Mediterania memberikan berbagai manfaat kesehatan, antara lain:

  1. Menurunkan risiko penyakit jantung melalui peningkatan kadar kolesterol baik (HDL) dan penurunan kolesterol jahat (LDL).
  2. Membantu menjaga berat badan ideal berkat kandungan serat dan lemak sehat yang membuat kenyang lebih lama.
  3. Mengontrol kadar gula darah, sehingga efektif mencegah diabetes tipe 2.
  4. Meningkatkan fungsi otak dan menurunkan risiko Alzheimer karena kandungan antioksidan tinggi.
  5. Mendukung kesehatan mental, termasuk menurunkan tingkat stres dan risiko depresi.

Pendapat Para Ahli

Dr. Walter Willett, profesor nutrisi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, menyebut Diet Mediterania sebagai “model makan yang paling konsisten terbukti meningkatkan harapan hidup dan mencegah penyakit kronis.”

Sementara itu, World Health Organization (WHO) juga menegaskan bahwa pola makan ini merupakan salah satu contoh terbaik dari diet seimbang yang dapat diterapkan secara global karena mudah disesuaikan dengan bahan makanan lokal.

Ahli gizi Indonesia, Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, turut menambahkan bahwa konsep Diet Mediterania sangat relevan dengan pola makan masyarakat Indonesia, asalkan disesuaikan dengan sumber lemak sehat lokal seperti minyak kelapa murni atau ikan laut segar.

Cara Menerapkan Diet Mediterania dalam Kehidupan Sehari-hari

Untuk memulai Diet Mediterania, tidak diperlukan perubahan ekstrem. Beberapa langkah sederhana berikut bisa diterapkan:

  • Ganti minyak goreng dengan minyak zaitun untuk masakan harian.

  • Konsumsi sayur dan buah di setiap waktu makan.

  • Pilih nasi merah, oat, atau roti gandum sebagai sumber karbohidrat.

  • Masukkan ikan atau tahu-tempe sebagai sumber protein utama.

  • Batasi konsumsi makanan olahan, makanan cepat saji, dan minuman manis.

  • Luangkan waktu untuk makan bersama keluarga dan tetap aktif bergerak.

Penutup

Diet Mediterania bukan sekadar pola makan, melainkan gaya hidup yang menyeimbangkan kebutuhan fisik dan emosional manusia. Dengan menekankan keseimbangan, kebersamaan, dan kesadaran dalam menikmati makanan, diet ini mengajarkan bahwa menjaga kesehatan bukan tentang membatasi diri, tetapi tentang memahami tubuh dan merawatnya dengan bijak. (Nazwa)

LAINNYA