Hidangan salad Mediterania dengan bahan segar seperti tomat, zaitun, keju feta, dan minyak zaitun yang menjadi ciri khas pola makan Mediterania. (Foto: Freepik @jcomp)KESEHATAN | TD – Dalam beberapa dekade terakhir, Diet Mediterania telah menjadi salah satu pola makan yang paling banyak direkomendasikan oleh ahli gizi dan peneliti kesehatan di seluruh dunia. Pola makan ini berasal dari negara-negara yang terletak di sekitar Laut Mediterania, seperti Italia, Yunani, dan Spanyol, di mana masyarakatnya dikenal memiliki tingkat penyakit jantung yang rendah dan harapan hidup yang tinggi.
Lebih dari sekadar pola makan, Diet Mediterania dianggap sebagai pendekatan hidup holistik yang menggabungkan nutrisi seimbang, aktivitas fisik, dan kesejahteraan mental.
Diet ini berfokus pada konsumsi makanan alami yang minim proses. Komponen utamanya meliputi:
Selain itu, kebiasaan makan bersama keluarga dan menikmati waktu makan tanpa tergesa-gesa juga menjadi bagian penting dari prinsip Diet Mediterania.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa Diet Mediterania memberikan berbagai manfaat kesehatan, antara lain:
Dr. Walter Willett, profesor nutrisi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, menyebut Diet Mediterania sebagai “model makan yang paling konsisten terbukti meningkatkan harapan hidup dan mencegah penyakit kronis.”
Sementara itu, World Health Organization (WHO) juga menegaskan bahwa pola makan ini merupakan salah satu contoh terbaik dari diet seimbang yang dapat diterapkan secara global karena mudah disesuaikan dengan bahan makanan lokal.
Ahli gizi Indonesia, Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, turut menambahkan bahwa konsep Diet Mediterania sangat relevan dengan pola makan masyarakat Indonesia, asalkan disesuaikan dengan sumber lemak sehat lokal seperti minyak kelapa murni atau ikan laut segar.
Untuk memulai Diet Mediterania, tidak diperlukan perubahan ekstrem. Beberapa langkah sederhana berikut bisa diterapkan:
Ganti minyak goreng dengan minyak zaitun untuk masakan harian.
Konsumsi sayur dan buah di setiap waktu makan.
Pilih nasi merah, oat, atau roti gandum sebagai sumber karbohidrat.
Masukkan ikan atau tahu-tempe sebagai sumber protein utama.
Batasi konsumsi makanan olahan, makanan cepat saji, dan minuman manis.
Luangkan waktu untuk makan bersama keluarga dan tetap aktif bergerak.
Diet Mediterania bukan sekadar pola makan, melainkan gaya hidup yang menyeimbangkan kebutuhan fisik dan emosional manusia. Dengan menekankan keseimbangan, kebersamaan, dan kesadaran dalam menikmati makanan, diet ini mengajarkan bahwa menjaga kesehatan bukan tentang membatasi diri, tetapi tentang memahami tubuh dan merawatnya dengan bijak. (Nazwa)