Bus Pondok Cabe-Alam Sutera Segera Disiapkan, Pemkot Gandeng Angkutan Eksisting

waktu baca 2 menit
Kamis, 20 Agu 2026 20:36 20 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD – Layanan transportasi umum baru di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tengah disiapkan. Perusahaan transportasi berencana menguji coba layanan dengan rute Pondok Cabe-Alam Sutera.

Rencana tersebut dibahas Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel dan pihak perusahaan transportasi, Rabu (19/8/2026).

Trayek Pondok Cabe-Alam Sutera dinilai memiliki potensi penumpang cukup besar karena menghubungkan sejumlah kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat.

Pilar mengatakan, trayek tersebut sebenarnya sudah masuk dalam 33 jaringan trayek yang tercantum dalam Rencana Umum Trayek Jalan (RUTJ) Tangsel yang disahkan pada 2025.

“Jadi tidak ada salahnya mereka ikut berpartisipasi mengajukan izin penggunaan salah satu trayek di Tangsel, yaitu Pondok Cabe sampai Alam Sutera,” kata Pilar, Kamis (20/8/2026).

Menurut Pilar, ketertarikan perusahaan tersebut menjadi peluang untuk menghidupkan kembali sejumlah trayek yang telah dirancang pemerintah.

Meski demikian, perusahaan tetap harus memenuhi persyaratan administrasi dan teknis sebelum layanan transportasi tersebut beroperasi. Pemkot Tangsel juga memastikan layanan baru tidak merugikan angkutan umum yang sudah beroperasi di jalur tersebut.

Pilar menyebut terdapat sekitar 200 angkot yang selama ini melayani masyarakat. Para pengusaha dan pengemudi angkot akan dilibatkan dalam pembahasan untuk mencari pola kerja sama yang saling menguntungkan.

“Kita akan melakukan sosialisasi bersama teman-teman angkutan umum yang sudah eksis. Angkot ini sebenarnya sudah beroperasi, ada sekitar 200 angkot,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Pilar, sosialisasi juga akan dilakukan kepada kelurahan, kecamatan, sekolah, pengembang perumahan, pengurus RW hingga pelaku usaha angkutan umum di sepanjang jalur.

Setelah proses sosialisasi dan perizinan selesai, layanan akan memasuki tahap uji coba selama sekitar tiga bulan.

Pada tahap awal, perusahaan akan menggunakan dua hingga tiga kendaraan jenis HiAce. Kendaraan tersebut digunakan untuk melihat respons masyarakat sekaligus menentukan titik pemberhentian dan waktu operasional.

Jika hasil uji coba menunjukkan kebutuhan yang tinggi, layanan tersebut nantinya dapat menggunakan kendaraan yang lebih besar seperti bus 3/4.

Pilar berharap waktu tunggu penumpang tidak terlalu lama. Ia mendorong agar interval kedatangan kendaraan berada di kisaran 15 hingga maksimal 20 menit.

“Nanti kalau sudah fix, kita juga mau melakukan penataan sepanjang koridor, apakah halte, bus stop, marka jalan dan sebagainya,” katanya.

Pemkot Tangsel juga membuka peluang memberikan subsidi apabila layanan tersebut membutuhkan dukungan pemerintah. Namun, keputusan itu akan mempertimbangkan jumlah penumpang dan kemampuan masyarakat menggunakan layanan tersebut.

“Kalau demand-nya tinggi, enggak perlu subsidi. Tapi kalau ternyata butuh subsidi, nanti kami sampaikan ke Pak Wali untuk kebijakan selanjutnya,” pungkas Pilar. (Idris Ibrahim)

LAINNYA