Bupati Tangerang Tegaskan Komitmen Antikorupsi pada Peringatan Hakordia 2025 Banten

waktu baca 2 minutes
Kamis, 27 Nov 2025 13:14 0 Nazwa

TANGERANG | TD – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid hadir dalam Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) tingkat Provinsi Banten yang berlangsung di Alun-alun Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis (27/11/2025).

Dalam kesempatan itu, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Hakordia tingkat Provinsi Banten di wilayah Kabupaten Tangerang. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.

“Pemkab Tangerang akan senantiasa menjaga integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Seluruh program harus berjalan secara terbuka, akuntabel, dan benar-benar berpihak kepada publik,” ujarnya.

Bupati juga menekankan bahwa pemberantasan korupsi membutuhkan kerja sama semua pihak, baik aparatur pemerintah maupun masyarakat. Dengan kolaborasi yang makin solid, ia optimistis pembangunan di Kabupaten Tangerang akan semakin maju dan kompetitif.

“Kami ingin sinergi ini tetap terjaga. Dengan integritas sebagai pijakan, insyaAllah Kabupaten Tangerang dapat terus berkembang, berdaya saing tinggi, dan memberikan pelayanan optimal untuk seluruh warga,” tambahnya.

Ia berharap peringatan Hakordia 2025 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun pelayanan publik yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.

“Peringatan Hakordia tahun ini harus menjadi titik penguat tekad kita dalam menciptakan pemerintahan yang bebas dari korupsi,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni dalam sambutannya menekankan bahwa isu antikorupsi selalu relevan karena korupsi merupakan ancaman serius bagi kesejahteraan masyarakat, pembangunan, dan masa depan generasi mendatang.

“Korupsi bukan hanya masalah hukum, tetapi juga persoalan moral, budaya, dan tata kelola. Korupsi merusak kepercayaan publik, menghambat pelayanan, memperbesar ketimpangan, dan menurunkan kualitas pembangunan,” ujar Gubernur.

Ia menegaskan bahwa praktik korupsi telah merampas hak masyarakat atas pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan layanan publik lainnya. Karena itu, tidak mungkin ada pemerintahan yang benar-benar efektif apabila perilaku koruptif masih berlangsung.

Gubernur juga menyoroti pentingnya sektor pendidikan sebagai ruang strategis dalam menanamkan budaya antikorupsi sejak dini. Menurutnya, sekolah harus menjadi zona integritas yang bebas dari pungutan liar maupun penyalahgunaan kewenangan.

“Integritas di sekolah tidak terbentuk hanya dari teori, tetapi harus melalui keteladanan nyata,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Pemprov Banten terus memperbaiki sistem tata kelola pemerintahan dari tahap perencanaan, penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pelayanan publik, hingga evaluasi dan pengawasan.

“Banten harus terus maju, adil, merata, dan bebas dari korupsi. Itu visi yang kita gaungkan sebagai pengingat bagi seluruh aparatur,” ujarnya.

Kegiatan Hakordia ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, OPD, tenaga pendidik, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. (*)

LAINNYA