Bupati Tangerang Tanam Bambu di RTH Cisoka, Awal Pengembangan Ruang Terbuka Hijau Berbasis Identitas Daerah

waktu baca 3 minutes
Rabu, 21 Jan 2026 12:30 0 Nazwa

TANGERANG | TD – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memulai program penanaman bambu di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Cisoka, Rabu (21/1/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Menurut Bupati, penanaman bambu ini menjadi langkah awal pengembangan RTH tematik berbasis bambu yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang. Ia menegaskan, pembangunan ruang terbuka hijau akan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah di seluruh kecamatan.

“Alhamdulillah, sesuai RPJMD, pembangunan ruang terbuka hijau menjadi fokus kami di seluruh kecamatan. Hari ini dimulai dari Cisoka dengan penanaman bambu di lokasi yang telah disiapkan. Ke depan, kawasan ini diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang publik untuk kegiatan wisata, pengembangan UMKM, serta pemberdayaan masyarakat,” ujar Maesyal.

Ia menambahkan, pengembangan RTH bambu juga mendukung agenda pelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Tangerang. Bambu dipilih karena memiliki manfaat ekologis sekaligus mencerminkan karakter dan kekhasan daerah.

“Pelestarian lingkungan merupakan prioritas pembangunan daerah. Bambu sendiri adalah bagian dari identitas Kabupaten Tangerang, bahkan tergambar dalam logo daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandi, menjelaskan bahwa bambu memiliki nilai historis dan budaya yang kuat bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. Ia optimistis, pengembangan bambu dapat mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif dan industri kreatif yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

“Bambu adalah sejarah, budaya, dan identitas Kabupaten Tangerang. Identitas tersebut bahkan melekat dalam logo daerah. Karena itu, kejayaan bambu yang pernah menjadi ciri khas daerah perlu kita bangkitkan kembali,” kata Erwin.

Ia menerangkan, pengembangan RTH Bambu Cisoka akan dilakukan secara bertahap. Saat ini pemerintah daerah masih fokus pada pematangan lahan, yang kemudian dilanjutkan dengan penanaman bambu secara rutin setiap bulan dengan berbagai varietas.

“Saat ini sudah tersedia 17 jenis bambu dan setiap bulan akan terus ditambah. Pada APBD Perubahan, kami juga menyiapkan sarana pendukung seperti area parkir, pintu gerbang, fasilitas UMKM, jogging track, toilet, dan musholla. Targetnya, akhir tahun 2026 kawasan ini sudah dapat difungsikan dan dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Erwin menekankan bahwa bambu tidak hanya berfungsi sebagai elemen penghijauan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

“Selain sebagai RTH, bambu memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Bahkan pada era 1920-an, produk topi bambu dari Kabupaten Tangerang sudah diekspor ke Eropa, dan hingga kini para pengrajinnya masih ada,” ungkapnya.

Pemerintah daerah pun optimistis, pada awal tahun 2027 RTH Bambu Cisoka dapat sepenuhnya dinikmati masyarakat sebagai destinasi wisata, pusat ekonomi kreatif, serta sarana edukasi lingkungan.

“Pada tahun 2026 juga ditargetkan pembangunan enam RTH di kecamatan lain. Sesuai RPJMD, hingga akhir masa jabatan Bupati, seluruh 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang akan memiliki ruang terbuka hijau dengan identitas bambu masing-masing, seperti bambu cendani di Rajeg atau bambu kuning di Mauk,” pungkasnya. (*)

LAINNYA