Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memberikan sambutan saat monitoring perayaan Paskah di Pasar Kemis, sekaligus menegaskan tidak ada pembatasan ibadah di Kabupaten Tangerang. (Foto: Ist) TANGERANG | TD – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, memastikan tidak ada pembatasan dalam pelaksanaan ibadah bagi seluruh umat beragama di wilayah Kabupaten Tangerang. Hal tersebut ditegaskan saat dirinya melakukan monitoring perayaan Paskah bersama di Kecamatan Pasar Kemis, Jumat (24/4/2026).
Dalam keterangannya, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh menjamin kebebasan beribadah bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
“Tidak ada larangan ataupun pembatasan dalam beribadah di Kabupaten Tangerang. Jika ada informasi yang beredar terkait hal tersebut, saya pastikan itu tidak benar,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang berpotensi menimbulkan keresahan dan perpecahan di tengah masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima informasi. Jangan mudah terhasut oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” lanjutnya.
Menurutnya, menjaga kondusivitas wilayah merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk segera melakukan klarifikasi kepada pihak berwenang seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), camat, lurah, maupun aparat setempat apabila menemukan informasi yang meragukan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan bahwa kondisi kerukunan umat beragama di Kabupaten Tangerang hingga saat ini tetap terjaga dengan baik.
“Alhamdulillah, kerukunan di Kabupaten Tangerang berjalan harmonis dan kondusif. Ini harus terus kita jaga bersama,” ujarnya.
Selain melakukan monitoring, Bupati turut memberikan apresiasi kepada panitia dan umat Kristiani yang telah menyelenggarakan perayaan Paskah bersama dengan penuh khidmat dan tertib.
Ia menilai, perayaan tersebut tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan sosial antarumat beragama di tengah keberagaman.
“Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan toleransi di Kabupaten Tangerang terus terjaga dengan baik,” pungkasnya. (*)